Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia tak sanggup melawan aksi jual pelaku pasar. Meski sempat bergerak ke zona positif, dua indeks acuan saham syariah akhirnya ditutup melemah.
Investor asing yang pagi tadi sempat mengoleksi saham syariah akhirnya memutuskan melepaskan portofolionya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 21 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,047 poin (0,03%) ke level 139,660.
Pelemahan juga akhirnya melanda indeks saham bluechips syariah. Turun 1,568 poin (0,27%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya ditutup melemah di level 583,275.
ISSI sepanjang perdagangan ini sempat menyentuh level tertinggi di 139,902. Namun justru tersungkur ke posisi terendah di 138,556.
Sebanyak 92 emiten syariah mengakhiri perdagangan awal pekan di zona negatif. Sementara 48 lainnya bertahan stagnan.
Indeks ISSI sebetulnya berhasil membawa 78 emiten syariah ke zona hijau. Bahkan 9 diantaranya merupakan saham-saham unggulan syariah. Namun aksi jual lebih besar menekan laju ISSI dan JII.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,45 triliun dengan 41,24 miliar saham syariah yang berpindahtangan.
Jatuhnya emiten sektor industri dasar dan keuangan juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah. Turun tipis 4,238 poin (0,10%), IHSG terkulai lemas ke level 4.376,082.
Lantai bursa awal pekan ini relatif sepi dari transaksi jual beli dengan hanya mencetak angka Rp 3,57 triliun. Meski melemah, IHSG sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi 4.382,240.
Sayang investor asing yang awalnya melakukan aksi beli justru menutup perdagangan dengan nett sell Rp 449 miliar.
Dari kawasan regional, Indeks Shanghai dan Strait Times yang dibuka melemah berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Kedua indeks ini menguat 1,89 persen dan 0,09 persen.
Sementara itu, kurs rupiah sore ini kembali melemah 84 poin (0,58%) menjadi Rp 14.458 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya