Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Sentimen positif Wall Street yang berimbas pada penguatan bursa Asia berimbas pada laju indeks saham syariah di tanah air. Setelah menutup awal pekan di zona merah, dua indeks saham syariah pagi ini dibuka menguat.
Hampir semua indeks saham sektor bergerak menguat. Kecuali emiten sektor keuangan dan industri anek yang masih tertekan aksi jual.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 22 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,322 poin (0,23%) ke level 139,982.
ISSI masih naik 0,300 (0,21%) ke level 139,960 di sesi pembukaan.
Penguatan bursa regional juga berimbas pada saham-saham bluechips syariah. Naik 1,811 poin (0,31%), Jakarta Islamic Index (JII) memulai sesi pemasanan di level 585,086.
Indeks JII masih bergerak naik 1,561 poin (0,27%) ke level 584,836 di sesi pembukaan.
Investor memulai sesi prapembukaan dengan mentransaksikan dana sekita Rp 6,16 miliar. Sebanyak 24,27 juta saham syariah menjadi target aksi jual beli investor.
Bergerak positifnya seluruh indeks saham utama Asia mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik.
Di sesi prapembukaan, IHSG menguat 4,536 poin (0,10%) ke level 4.380,618. IHSG masih menanjak 4,213 poin (0,10%) ke level 4.380,295 di sesi pembukaan.
Hingga 10 menit waktu perdagangan, indeks acuan bursa saham Indonesia ini masih bergerak positif. Bahkan 108 emiten sudah mulai bergerak di zona hijau dan 37 lainnya masih tertekan aksi jual.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan dana Rp 436,53 miliar miliar dengan 2,81 miliar saham berpindahtangan.
Investor domestik tampaknya menjadi motor penguatan bursa saham nasional. Terbukti dari posisi pemodal asing yang justru memulai sesi perdagangan dengan aksi jual. Nett sell asing saat ini sudah mencapai Rp 210 miliar.
Hampir seluruh indeks sektor saham memulai sesi prapembukaan di zona hijau. Dipimpin emiten industri aneka yang naik 0,71 persen dan pertambangan 0,47 persen. Sebaliknya saham sektor keuangan dan barang konsumsi terkoreksi 0,25 persen dan 0,02 persen.
Menguatnya bursa saham Wall Street membuat indeks utama di kawasan regional ikut bergerak naik. Indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini sudah menguat 0,48 persen dan 0,33 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dollar AS sedikit memberikan harapan. Dibuka menguat, rupiah saat ini naik tipis 7 poin (0,05%) menjadi 14.479 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya