Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pengangguran (Shutterstock.com)
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 9,1 juta penduduk Indonesia berstatus setengah pengangguran per Agustus 2021. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama setahun lalu sebesar 9,77 juta jiwa.
" Tingkat setengah pengangguran pada Agustus 2021 adalah sebesar 8,71 persen. Hal ini berarti dari 100 penduduk bekerja terdapat sekitar sembilan orang yang termasuk setengah pengangguran," ujar Kepala BPS, Margo Yuwono, dikutip dari Liputan6.com
Menurut Margono, status setengah pengangguran menandakan seseorang bekerja dengan jam kerja di bawah normal atau kurang dari 35 jam per pekan. Sehingga, mereka masih mencari pekerjaan dan bersedia menerima pekerjaan lain.
Margo mencermati, populasi setengah pengangguran jika dibandingkan secara tahunan atau year on year (YoY) pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 1,48 persen poin. Namun, jika dibandingkan dengan Februari 2021 tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mendominasi kelompok setengah pengangguran pada Agustus 2021 sebesar 9,27 persen. Sedangkan tingkat setengah pengangguran perempuan sebesar 7,86 persen.
" Dibandingkan Agustus 2020, tingkat setengah pengangguran baik laki-laki maupun perempuan mengalami penurunan masing-masing 1,50 persen poin dan 1,44 persen poin," jelas Margo.
Sementara apabila dibandingkan Februari 2021, tingkat setengah pengangguran laki-laki turun sebesar 0,09 persen. Sedangkan tingkat setengah pengangguran perempuan naik sebesar 0,11 persen poin.
Secara umum, kata Margo sebagian besar penduduk bekerja sebagai pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per pekan sebesar 64,30 persen pada Agustus 2021. Sementara 35,70 persen di antaranya merupakan pekerja tidak penuh, atau dengan jam kerja kurang dari 35 jam per pekan.
Dia lantas membagi pekerja tidak penuh ke dalam dua kategori kelompok, yakni setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu, masing-masing sebesar 8,71 persen dan 26,99 persen.
" Dibandingkan Agustus 2020 dan Februari 2021, pekerja tidak penuh mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,45 persen poin dan 0,10 persen poin," kata Margo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya