Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) Mengembangkan Ekonomi Di Pondok Pesantren Lewat Financial Technology.
Dream – PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) mengembagkan layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech). Bank BUMN ini menggandeng Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, untuk pengaplikasian layanan keuangan ini.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 29 Juli 2017, Direktur Utama BTN, Maryono, mengatakan aplikasi fintech ini bernama Mobile Fintech Ponpes. Pondok pesantren itu disasar karena memiliki 15 ribu santri, 15 ribu wali santri, 300 guru, dan 31 unit usaha.
Nantinya, BTN akan menjadi pooling fund yang menyediakan produk dan jasa perbankan yang mendukung kesejahteraan masyarakat pondok pesantren. Salah satu yang ditawarkan adalah bank ini akan membuatkan rekening ponsel bagi para santri.
“ Para santri bisa melakukan registrasi pembukaan rekening, top up saldo dan transfer antar rekening Bank BTN serta bank lain,” kata Maryono di Cikarang, Jawa Barat.
Selain rekening ponsel, BTN juga akan mempermudah akses keuangan unit usaha syariah (UUS) kepada para santri, wali santri, maupun pengajar. Sebut saja rekening gaji, giro, deposito, serta tabungan haji dan umroh. Para santri dan pengajar pondok pesantren juga bisa meraih pembiayaan, baik KPR maupun modal kerja dan investasi.
“ Kami melihat banyak sekali wirausahawan yang tumbuh dan berkembang dari pondok pesantren sehingga untuk lebih memotivasi. Kami memberikan kemudahan akses layanan produk perbankan ditambah aplikasi baru ini,” kata Maryono.
Sekadar informasi, BTN menggandeng perusahaan pengembang fintech, PT Data Aksara Matra. Kerja sama ketiga pihak ini tertuang dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang dilaksankan di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perindustrian di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center, Cikarang.
Acara penandatanganan MoU dilakukan Maryono, Pemimpin Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Waheeda Binti Abdul Rahman dan Direktur Utama PT Data Aksara Matra, Aditya Riyadi, untuk memberikan dukungan terhadap Kementerian Perindustrian dalam Program Pengembangan industri di pondok pesantren.
“ Kami ingin mengembangkan dan meningkatkan kapasitas kemandirian Pondok Pesantren sehingga industri yang mereka kelola bisa berkembang lebih baik,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam