Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Hanya Angka, Ada Juga Sesuatu Yang Harus Diperhatikan Ketika Negosiasi Gaji. (Foto: Shutterstock)
Dream – Negosiasi gaji tidak pernah menjadi topik yang mudah untuk dibahas. Tapi, ini penting buat kamu yang sedang mencari promosi kerja, apalagi waktu mau pindah kerja.
Saat melamar kantor baru, baik mereka yang sudah maupun baru bekerja, tahap negosiasi gaji memang bisa bikin bimbang. Kalau terlalu tinggi, takut lamaran ditolak. Tapi terlalu rendah, khawatir gaji nggak cukup menutup kebutuhan bulanan.
CEO Yum China—restoran terbesar di Tiongkok, James Wat, berbagi tips bagaimana kamu bisa lolos dari kebimbangan itu. Dan menariknya, tips ini bisa kamu terapkan lho.
Dilansir dari CNBC, Selasa 10 April 2018, Wat mengatakan profesional muda seharusnya melihat perusahaan secara keseluruhan. Dia tidak mengutamakan gaji ketika sedang bernegosiasi gaji.
“ Ketika memilih pekerjaan, saya mengatakan gaji bukanlah pertimbangan yang penting. Saya melihat industri apakah saya menyukainya dan apakah di posisi ini saya bisa mendapatkan pelatihan, paparan, bimbingan. Apakah perusahaan ini merupakan perusahaan yang baik, player yang baik, dan kemudian, tentu saja gaji,” kata dia.
Wat mengatakan karyawan atau pencari kerja baru sebaiknya meriset pasar tentang kisaran gaji untuk suatu posisi, lalu menunjukkan kepada perusahaan yang dituju. Tak ada salahnya untuk merundingkan gaji dengan perusahaan karena kemampuan setiap perusahaan berbeda-beda, asalkan gaji yang ditawarkan masih berada di kisaran harga pasar.
“ Bersikap tulus. Jujurlah, terbukalah,” kata dia.
Ada satu yang menjadi isu di dunia karier, yaitu ketimpangan pembayaran gaji berdasarkan gender. Ketimpangan gaji, misalnya, di Inggris, sebesar 18,4 persen. Misalnya HSBC membayar pria dengan gaji 59 persen lebih tinggi daripada wanita. Menanggapi hal ini, Wat menyarankan agar profesional, terutama profesional muda tidak terlalu mengedepankan masalah gender.
“ Hanya fokus kepada apa yang menurutmu benar, apa yang bagus, dan yang kamu percaya hal itu adalah hal baik yang kamu lakukan. Tetap lakukan itu,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya