Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Oma Ini Paling Tajir Se-Indonesia, Lho. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Forbes merilis daftar teranyar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2017. Diantara 50 nama para pebisnis sukses tersebut, terselip dua wanita yang masuk ke daftar bergengsi itu.
Satu nama adalah seorang wanita pebisnis yang baru tahun ini masuk dalam daftar forbes. Ariani Saraswati Subianto yang merupakan putri tertua dari miliarder Benny Soebianto. (Baca: Wanita Sosalita Terkaya Indonesia).
Selain Arini, ada satu orang wanita yang namanya selalu masuk dalam daftar Forbes. Dia sudah tak lagi muda. Usianya mencapai 87 tahun. Namun jangan remehkan kemampuannya berbisnis.
Wanita miliarder yang masuk peringkat ke-44 orang terkaya Indonesia ini memiliki harta US$680 juta (Rp9,2 triliun).
Namanya Kartini Muljadi. Dia mendapatkan kekayaan dari industri farmasi.
Seperti apa sosok Kartini kaya sebenarnya, ini dia ulasannya:
© Dream
Kartini Muljadi adalah seorang pengacara sekaligus mantan hakim. Dia mendirikan sebuah firma hukum yang tersohor, yaitu Kartini Muljadi&Rekan (KMR).
Dilansir dari Wikipedia, wanita yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 17 Mei 1930 ini pernah kuliah di universitas di Surabaya dan Yogyakarta. Lalu, Kartini pindah ke Jakarta dan mengambil jurusan Hukum di Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan Universitas Indonesia.
Kartini memutuskan untuk berkarier di bidang kehakiman dan diangkat menjadi hakim di Pengadilan Istimewa Jakarta. Di sana, dia menangani perkara pidana, perdata, dan kepailitan.
Wanita yang lahir dengan nama Kho Fanny ini mundur dari kursi hakim setelah sang suami, Djojo Muljadi, meninggal dunia dan gaji sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak cukup memenuhi kebutuhan keluarga.
© Dream
Berbekal pengalaman, Kartini mendaftar ujian negara sebagai seorang notaris. Dia diangkat menjadi notaris di Jakarta dan mulai mengajar kuliah perdata dan hukum acara perdata di berbagai fakultas hukum di Jakarta.
Pekerjaannya sebagai notaris membawa Kartini ke puncak karier. Pada tahun 1970-1980, Kartini menjadi rujukan perusahaan-perusahaan besar. Lalu pada tahun 1990, dia mendirikan KMR.
Dia tak hanya melayani perusahaan-perusahaan lokal, tetapi multinasional. Ketika krisis ekonomi, dia memberikan bantuan hukum untuk membangkitkan sektor perbankan yang terpuruk. Kartini diangkat menjadi anggota tim yang memberikan nasihat hukum kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
© Dream
Sumber kekayaan Kartini diperoleh dari bisnis farmasi. Lewat Tempo Scan Pasific, dia mengalihkan bisnisnya kepada putranya, Handojo Muljadi.
Dari sinilah, uang keluarga Muljadi mengalir. Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari obat-obatan.
Di usianya yang menginjak 87 tahun, Kartini meluncurkan sebuah buku tentang batik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya