Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Marah.
Dream – Semua orang di dunia pernah marah. Ada yang melampiaskannya secara terbuka sebagian lagi memilih memendamnya dalam-dalam.
Perasaan ini sebenarnya wajar jika dikendalikan dengan baik. Jika mampu mengelola amarah, semua bisa dikendalikan dan tak memberikan dampak yang merugikan.
Bahkan, kalau bisa mengelola rasa ini dengan baik, Sahabat Dream bisa menjadi sukses.
Dilansir dari CekAja, Senin 4 Desember 2017, ada tiga cara amarah bisa menjelma sebagai berkah kekayaan. Yang pertama, amarah sebagai motivasi untuk mencapai target yang lebih tinggi.
Ketika merasa marah dengan sesuatu, jadikanlah perasaan ini sebagai motivasi untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi. Misalnya, saat atasan kurang menghargai hasil pekerjaan dan itu membuat emosi, jadikanlah amarah di dalam jiwa untuk menghasilkan perasan yang lebih baik.
Yang kedua, jadikan amarah untuk melawan rasa takut. Amarah ini merupakan bentuk perasaan yang universal dan kerap menguasai diri kita. Sahabat Dream bisa menggunakannya untuk melawan rasa takut yang bisa menghambatmu berkembang. Misalnya, takut gagal dan takut terhadap ketidakpastian.
Misalnya, ketika kamu gagal berbisnis dan bangkrut, jangan putus asa atau malu. Gunakan amarah yang ada dalam diri, marahlah terhadap diri sendiri dan perbaiki kesalahan-kesalahanmu sehingga bisa kembali berbisnis dan tak lagi melakukan kesalahan yang sama. Dengan rasa marah, kamu bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali mulai melangkah untuk menuju kekayaan.
Yang terakhir adalah menuangkannya ke dalam karya seni. Cara ini kerap dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tingkat kreativitas dan sensitivitas yang tinggi terhadap seni.
Contohnya, Taylor Swift yang menciptakan lagu We Are Neve Getting Back Together yang mengungkapkan rasa jengkel, marah, dan kecewa terhadap mantan dan berjanji tak akan kembali bersama. Hasilnya, lagu itu berhasil berada di posisi teratas dalam berbagai top chart di berbagai belahan dunia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya