Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Anak Bersedekah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Anak-anak belajar pertama kali dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Orang tua berperan penting untuk memberikan pengajaran kepada anak untuk bekal masa depan, terutama dalam masyarakat.
Dikutip dari Fimela, Jumat 2 Agustus 2019, salah satu pengajaran yang bisa diterapkan pada anak sejak muda adalah kemampuan untuk memberi.
Sebuah penelitian dari Universitas of Arizona menemukan jika anak-anak yang diajarkan tentang sifat kedermawan ternyata memiliki kemampuan finansial yang berkembang. Si anak akan mempunyai keterampilan menyimpan dan menghasilkan uang pada masa depan.
Penelitian yang diketuai Ashley LeBaron dan diterbitkan dalam Journal of Family and Economic Issues ini mengungkapkan anak-anak belajar tentang keuangan terutama dari orangtua mereka.
Mereka belajar cara mengelola dan menggunakan keuangan, apakah dengan bijak atu tidak.
Boleh dikatakan, orangtua yang mengajarkan anak bagaimana memberi juga akan membuat anak memahami uang memang dibutuhkan setiap hari. Akan tetapi, orang juga tak boleh berambisi mencari uang dengan moral yang kurang.
Sementara itu memberi terhadap sesama akan membuatnya mengerti bahwa ada kalanya melepaskan uang juga baik untuk dirinya sendiri. Sikap ini akan membuat anak menjadi lebih manusiawi.
Anak juga jadi lebih paham kapan harus menyimpan uang, membelanjakannya atau apa yang harsu dilakukan untuk bisa menghasilkan uang dengan cara yang baik, Moms. Jadi, jangan abaikan mengajarkan memberi pada anak sejak kecil ya.
Dream - Sudah menjadi pemahaman umum bagi umat Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Berapapun jumlah sedekah akan menjadi berkah baik bagi pemberi maupun penerimanya.
Sedekah menjadi sarana seseorang untuk meraih rida Allah. Selain itu, terdapat jaminan dari Allah, harta yang disedekahkan diganti dengan jumlah yang lebih baik.
Selain itu, sedekah juga dapat menjadi jalan untuk menolak bala dan kesengsaraan. Allah menyelamatkan seseorang dari bahaya karena keikhlasannya dalam bersedekah.
Namun begitu, terkadang kita menjumpai fakta sedekah yang dilakukan secara keliru. Parahnya, praktik tersebut dianggap biasa.
Dikutip dari Bincang Syariah, beberapa cara keliru yang lazim dilakukan seperti sedekah diiringi kata-kata menyakitkan. Seperti menyinggung kebaikan diri sendiri di depan orang yang diberi sedekah, atau menyindir si penerima sedekah.
Praktik sedekah ini tidak mendapatkan pahala. Sebabnya, sedekah semacam ini tidak dilakukan secara ikhlas namun niat pamer.
Allah SWT mengingatkan dalam firmannya di Surat Al Baqarah ayat 262.
Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkankannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan tidak dengan menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.
Cara ke dua, menyedekahkan barang yang tidak halal baik sifatnya maupun cara mendapatkannya. Barang hasil curian atau menipu tidak layak disedekahkan.
Cara yang ke tiga, kualitas barang yang disedekahkan tidak diperhatikan. Seringkali terjadi niat sedekah diwujudkan dengan barang yang kualitasnya tidak layak.
Contohnya ketika terjadi bencana. Banyak orang menyedekahkan pakaian bekas yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Alhasil, pakaian itu menumpuk seperti sampah.
Dalam Surat Al Baqarah ayat 267, Allah SWT berfirman,
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi ini untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Meski sepele, cara-cara di atas sebaiknya dihindari ketika bersedekah. Ini agar sedekah kita diterima dan dibalas oleh Allah SWT.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam