7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali ke jalur positif. Berkurangnya nett sell asing dan kembalinya aksi beli pemodal lokal mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menguat.
Tekanan sempat muncul dari laju indeks sektor pertambangan yang mengalami koreksi tertinggi hingga 1,80 persen.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 11 Mei 2016, indeks ISSI menguat 0,410 poin (0,27%) ke level 154,843.
Indeks saham bluechips syariah, JII, juga ditutup menguat 3,060 poin (0,48%) ke level 643,794.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perdagangan dari zona hijau. Namun adanya sentimen penilaian rating S&P membuat pelaku pasar sempat waspada.
Indeks ISSI pun melemah ke level terendah 153,796. Bahkan laju ISSI masih bergerak negatif beberapa menit jelang penutupan perdagangan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,5 triliun dengan 28,54 miliar saham yang beralih pemilik. Aksi beli hanya bisa mengangkat 79 emiten syariah ke zona hijau.
Papan perdagangan ISSI justru didominasi koreksi harga saham yang melanda 111 emiten syariah.
Koreksi dalam emiten pertambangan mampu ditutupi dengan kenaikan indeks sektor industri aneka sebesar 1,54 prsen, infrastruktur 1,21 persen, dan keuangan 0,39 persen.
Sementara indeks sektor industri dasar dan pertanian menemani emiten pertambangan dengan melemah 0,78 persen dan 0,77 persen.
Emiten bluechips syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah LPPF yang naik Rp 525, ARA Rp 400, INDF Rp 200, ASII dan SMGR masing-masing Rp 125 per saham.
Di jajaran top losser bertengger emiten-emiten seperti UNVR yang turun Rp 575, AALI Rp 475, INTP Rp 225, UNTR Rp 225, dan ITMG Rp 100 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah yang melemah sepanjang hari akhirnya bisa ditutup menguat. Rupiah naik tipis 16 poin (0,12%) menjadi 13.283 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?