Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Menkeu Bambang Brodjonegoro Dan Ketua WIEF Foundation Tun Musa Hitam (Twitter)
Dream - Indonesia didaulat untuk menjadi tuan rumah acara tahunan World Islamic Economic Forum (WIEF). Kegiatan yang memasuki tahun ke-12 ini akan lebih fokus terhadap pengembangan Usaham Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua WIEF Foundation, Tun Musa Hitam, WIEF ke-12 ini mengangkat tema " Desentralisasi Pertumbuhan, Memberdayakan Bisnis Masa Depan" . Tema kali ini memiliki visi untuk lebih mengeksplorasi dan mengembangkan peran penting dari kelompok UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara di seluruh dunia.
Desentralisasi pertumbuhan dapat dicapai dengan memberdayakan UMKM. Caranya dengan meningkatkan dan memperluas keikutsertaan mereka dalam memberdayakan UMKM dengan meningkatkan dan memperluas keikutsertaan mereka dalam perekonomian guna mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif, mendorong inovasi, serta efisiensi yang tinggi.
" Kami berharap peserta mendapatkan manfaat dari segala diskusi dan mempelajari pilihan-pilihan untuk akses keuangan dan kredit serta meningkatkan kemampuan untuk penggunaan teknologi," kata Musa dalam konferensi pers " 12th WIEF" di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 10 Mei 2016.
Beberapa isu pokok yang akan dibahas dalam WIEF ke-12 diantaranya penerbitan sukuk untuk pembiayaan infrastruktur, integrasi produk halal dan keuangan syariah, pengembangan industri makanan halal dan industri fashion islami secara global, peningkatan akses pendanaan bagi UMKM, dan pengintegrasian UMKM ke dalam dunia digital economy.
WIEF juga akan menggelar seminar tentang pengembangan crowd funding platform, percepatan inovasi dengan menghubungkan startups dengan perusahaan besar, serta penanaman budaya desain pemikiran untuk bisnis.
Indonesia, lanjut Musa, merupakan negara yang tepat untuk tema WIEF kali ini karena merupakan pasar berkembang dengan fundamental yang kuat. Selain itu, tidak sedikit UMKM Indonesia yang berpotensi untuk mendunia.
Di tingkat ASEAN, Indonesia dilihat sebagai pasar yang kuat dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi global.
" Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat potensial untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah yang terus berkembang pesat," kata dia.
Sekadar informasi, cara WIEF ke-12 ini akan dihelat Indonesia, lebih tepatnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada 2-4 Agustus 2016 dan akan dihadiri oleh 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting dari lebih dari 100 negara.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
