Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tren turun pelan-pelan mulai menjauh dari pasar modal Indonesia. Setidaknya untuk kedua kalinya di pekan ini, indeks saham syariah kembali ditutup menguat.
Beragam sentimen positif dari regional dan lokal cukup membuat investor berani menggelar aksi beli. Meski nett sell asing sempat membuat tekanan jelang penutupan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Januari 2016 di level 143,329 atau naik 0,844 poin (0,59%).
Jakarta Islamic Index (JII), indeks acuan saham bluechips syariah juga menanjak 5,819 poin (0,98%) ke level 601,863.
Bursa saham syariah di pertengahan pekan ini melaju positif sepanjang perdagangan. ISSI sempat menembus level tertinggi di 144,231 sementara JII menyentuh 605,431.
Dengan transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,52 triliun, investor sukses mendorong 76 emiten syariah, 19 diantaranya saham bluechips, ke zona positif. Namun ISSI justru didominasi koreksi harga saham yang melanda 94 emiten.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat kecuali emiten komoditas dan industri aneka yang dihindari investor. Emiten pertanian terkena koreksi terbesar (0,63%) setelah saham AALI tertekan aksi jual. Sementara emiten pertambangan turun 0,07 persen dan industri dasar 0,49 persen.
Saham bluechips syariah yang menghuni daftar top gainer kali ini adalah LPPF yang naik Rp 650, INTP Rp 600, JSMR Rp 150, PGAS Rp 135, dan ITMG Rp 100 per saham.
Sebaliknya, top losser indes JII dihuni emiten AALI yang turun Rp 175, ICBP Rp 75, WIKA Rp 35, AKRA Rp 25 dan ASII Rp 25 per saham.
Relatif kondusifnya bursa saham regional juga berhasil menahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau. IHSG ditutup menguat 24,652 poin (0,55%) ke level 4.537,179.
Lantai bursa hari ini menggelar transaksi bernilai Rp 5,16 triliun dengan 32,65 miliar saham berpindahtangan. Asing mencetak nett sell Rp 46 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya