Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bpn.go.id
Dream - Kementerian Agama mencatat sekurangnya ada 4,4 triliun meter persegi tanah wakaf yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Data yang sangat fantastis ini menunjukkan besarnya potensi lahan yang masih bisa digunakan bagi pengembangan ekonomi.
" Total tanah wakaf di Indonesia itu mencapai 4,4 triliun meter persegi. Ini sama dengan 4 kali wilayah Singapura, luar biasa," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2016.
Nur Syam mengaku pemerintah belum menyentuh potensi besar yang diyakini bisa memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
" Banyak tanah wakaf yang saat ini idle (nganggur), yang belum bisa digunakan bagi pengembangan ekonomi. Hal ini terkait dua hal, yaitu niat dari nadzir (pemegang amanat wakaf) dan belum mampunya kita mengelola itu," ungkap Nur Syam.
Untuk itu, ke depan, Nur Syam menyatakan kementeriannya berencana membuat program-program pemberdayaan tanah wakaf berbasis produktif.
Namun, dengan luas tanah yang sangat besar itu, akan sulit bagi Kemenag mengelola sendiri dalam waktu yang cepat. Dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak agar tanah menganggur itu bisa dimanfaatkan masyarakat dan memiliki nilai tambah.
" Kalau di Kemenag saja bisa lambat. Nah, ada tawaran dari perbankan syariah untuk mengelolanya, saya rasa ini usul yang bagus karena tanah wakaf ini sangat potensial untuk pemberdayaan organisasi, masyarakat, dan sebagainya," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya