Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Sehari usai libur Tahun Baru Hijriah, bursa syariah dan kurs rupiah langsung menanjak tajam. Saham-saham sektor industri menjadi buruan pelaku pasar.
Sentimen positif di sesi pembukaan perdagangan juga muncul dari berbaliknya investor asing melakukan aksi beli.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 15 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,988 poin (0,70%) ke level 142,992.
ISSI kembali menanjak 1,248 poin (0,88%) ke level 142,252 di sesi pembukaan.
Kembalinya aksi beli investor juga mengungkit laju indeks saham bluechips syarah. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat 6,006 poin (1,01%) ke level 598,982
Indeks JII menguat lagi 7,428 poin (1,25%) ke level 600,404 di sesi pembukaan.
Investor terlihat agresif menggelar aksi jual beli pag ini. Terlihat dari transaksi perdagangan yang sudah menyentuh Rp 30 miliar di sesi prapembukaan. Relatif tak berpengaruhnya koreksi bursa Wall Street juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan. IHSG langsung menanjak 30,196 poin (0,67%) ke level 4.513,272 di sesi prapembukaan.
Di sesi pembukaan, IHSG kembali menanjak 38,750 poin (0,86%) ke level 4.521,826.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan dana hingga Rp 57,23 miliar dan 157,16 juta saham berpindahtangan. Investor asing mengawali perdagangan dengan nett buy Rp 1,48 miliar.
Aksi beli investor mendorong 34 emiten bergerak menguat. Sebaliknya, 6 emiten lainnya masih tertekan aksi jual.
Kecuali saham barang konsumsi, hampir seluruh indeks sektoral bergerak menguat. Dipimpin emiten sektor industri aneka yang naik 2,31 persen, industri dasar 1,04 persen, dan keuangan 0,96 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang sempat turun sehari jelang liburan, pagi ini justru bergerak perkasa. Dibuka menguat, rupiah hingga 15 menit perdagangan sudah menguat 336 poin (2,47%) menjadi 13.280 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya