Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah rontok sehari jelang libur Tahun Baru Hijriah. Investor asing yang sebelumnya aktif belanja juga mulai melakukan aksi jual saham.
Kondisi pasar keuangan tak jauh berbeda. Kurs rupiah kembali jatuh di atas level 13.600 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 5,051 poin (3,43%) ke level 142,004.
Kondisi bursa saham bluechips syariah juga tak jauh berbeda. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 26,105 poin (4,22%) ke level 592,976.
Kedua indeks syariah berjalan lemas sepanjang perdagangan ini. ISSI mencetak posisi terendahnya di level 142,004 dan hanya sanggup menembus level tertinggi 146,799.
Papan perdagangan bursa syariah didominasi pelemahan harga saham. Sebanyak 163 emiten ISSI ditutup melemah sementara 29 lainnya bertahan stagnan.
Hampir seluruh penghuni indeks JII juga bergerak turun. Sebanyak 25 emiten kepig biru syariah ditutup melemah dan hanya 3 lainnya melaju positif.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang liburan tengah pekan ini mencapai Rp 4,11 triliun. Sebanyak 55,03 miliar saham syariah berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah yang mengalami koreksi terdalam diantara INTP yang turun Rp 1,875 per saham. Disusul UNTR Rp 1.125, UNVR Rp 800, ASII Rp 575, dan SMGR Rp 450 per saham.
Tiga emiten unggulan syariah yang masih bisa menguat ditengah pelemahan indeks adalah SILO yang naik Rp 150, WIKA Rp 50, dan LPKR Rp 25 per saham.
Tren penguatan laju bursa saham Indonesia memang seolah berhenti. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan rontok 147,631 poin (3,19%) ke level 4.483,076.
Lantai bursa saham ramai dengan aksi jual beli saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,25 triliun. Pemodal asing yang tujuh hari terakhir berburu saham, hari ini justru berbalik arah.
Asing mencetak nett sell hingga Rp 345,6 miliar, lebih tinggi dari nett buy sehari sebelumnya.
Nilai tukar rupiah hari ini juga anjlok. Pada penutupansore hari, rupiah turun 214 poin (1,60%) ke level 13.621 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya