Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bursa Syariah Rontok Sambut Tahun Baru Hijriah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 13 Oktober 2015 16:36
Bursa Syariah Rontok Sambut Tahun Baru Hijriah
Kurs rupiah juga ikutan melemah di atas Rp 13.600 per dollar AS

Dream - Bursa saham syariah rontok sehari jelang libur Tahun Baru Hijriah. Investor asing yang sebelumnya aktif belanja juga mulai melakukan aksi jual saham.

Kondisi pasar keuangan tak jauh berbeda. Kurs rupiah kembali jatuh di atas level 13.600 per dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 5,051 poin (3,43%) ke level 142,004.

Kondisi bursa saham bluechips syariah juga tak jauh berbeda. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 26,105 poin (4,22%) ke level 592,976.

Kedua indeks syariah berjalan lemas sepanjang perdagangan ini. ISSI mencetak posisi terendahnya di level 142,004 dan hanya sanggup menembus level tertinggi 146,799.

Papan perdagangan bursa syariah didominasi pelemahan harga saham. Sebanyak 163 emiten ISSI ditutup melemah sementara 29 lainnya bertahan stagnan.

Hampir seluruh penghuni indeks JII juga bergerak turun. Sebanyak 25 emiten kepig biru syariah ditutup melemah dan hanya 3 lainnya melaju positif.

Transaksi perdagangan saham syariah jelang liburan tengah pekan ini mencapai Rp 4,11 triliun. Sebanyak 55,03 miliar saham syariah berpindahtangan.

Saham-saham bluechips syariah yang mengalami koreksi terdalam diantara INTP yang turun Rp 1,875 per saham. Disusul UNTR Rp 1.125, UNVR Rp 800, ASII Rp 575, dan SMGR Rp 450 per saham.

Tiga emiten unggulan syariah yang masih bisa menguat ditengah pelemahan indeks adalah SILO yang naik Rp 150, WIKA Rp 50, dan LPKR Rp 25 per saham.

Tren penguatan laju bursa saham Indonesia memang seolah berhenti. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan rontok 147,631 poin (3,19%) ke level 4.483,076.

Lantai bursa saham ramai dengan aksi jual beli saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,25 triliun. Pemodal asing yang tujuh hari terakhir berburu saham, hari ini justru berbalik arah.

Asing mencetak nett sell hingga Rp 345,6 miliar, lebih tinggi dari nett buy sehari sebelumnya.

Nilai tukar rupiah hari ini juga anjlok. Pada penutupansore hari, rupiah turun 214 poin (1,60%) ke level 13.621 per dollar AS.

Beri Komentar