6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah tak mampu mempertahankan laju penguatannya menyambut libur akhir pekan. Sentimen negatif bursa regional yang menekan emiten properti dan pertambangan membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Kabar sedikit melegakan justru hadir dari pemodal asing. Meski masih mencatat nett sell Rp 55 miliar, aksi jual saham asing mulai berkurang signifikan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 4 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,564 poin (0,40%) ke level 140,391.
Koreksi harga saham yang melanda 23 emiten bluechips syariah mendorong Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,754 poin (0,30%) ke level 589,136.
Indeks acuan saham syariah di Indonesia ini bukannya tak melawan aksi pelemahan yang terjadi. Terbukti ISSI sempat masuk zona positif dan menyentuh level tertinggi 141,135.
Sementara indeks JII yang membawa 5 emiten unggulan bluechips syariah ke zona hijau sempat menyentuh level tertinggi di zona hijau 592,575.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,57 triliun dengan 34,17 miliar saham yang berpindahtangan.
Tekanan jual saham juga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menatap akhir pekan di zona hijau. Turun 17,768 poin (0,40%), IHSG turun ke level 4.415,343.
IHSG yang sempat menembus level tertinggi 4.435,546 berhasil mencetak transaksi perdagangan senilai Rp 4,02 triliun.
Pelemahan bursa saham Indonesia kali ini mengikuti koreksi yang dialami indeks utama bursa Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat anjlok 2,15 persen sedangkan Hang Seng melemah 0,45 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bertahan stagnan. Kurs Rupiah terhadap dollar AS bertengger di level 14.170.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
