Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Melesatnya harga saham emiten sektor perkebunan membawa bursa saham syariah menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. AALI dan UNVR menjadi motor penggerak indeks saham bluechips syariah.
Berkurangnya gelombang jual investor asing juga berhasil menahan bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 11 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,255 poin (0,91%) ke level 139,419.
Menghabiskan waktu perdagangan di zona positif, indeks ISSI sempat menembus level tertinggi 139,971 dan terendah di 138,875.
Penguatan lebih tinggi dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 7,834 poin (1,36%) ke level 584,895. JII sempat menembus level tertinggi di 587,138.
Jenuhnya aksi jual investor membawa 97 emiten syariah ke zona positif. Sementara hampir separuh penghuni JII, atau 14 emiten, juga menatap akhir pekan di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 2,57 triliun. Sebanyak 34,18 miliar saham syariah diperdagangkan investor hari ini.
Emiten bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni AALI yang melesat Rp 1.500 per saham. Disusul UNVR Rp 1.000, INTP Rp 900, ITMG Rp 575, dan UNTR Rp 425 per saham.
Di daftar top losser bertengger saham AKRA yang melemah Rp 150, LPPF Rp 100, PTPP Rp 80, SILO Rp 75, dan SCMA Rp 55 per saham.
Meski dibayangi pelemahan saham sektor properti, keuangan, dan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses menutup perdagangan di zona hijau.
IHSG ditutup mengat 17,207 poin (0,40%) ke level 4.360,468.
Dari pasar keuangan, rupiah kini justru berbalik melemah. Dibuka di bawah level 14.000, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 2 poin (0,01%) ke level 14.330 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya