Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sudah terlalu sering pemerintah mengeluarkan banyak paket kebijakan, terutama kebijakan ekonomi, ternyata hanya memberikan dampak atau tanggapan datar dari pasar.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menyampaikan pasca-penyampaian kebijakan ekonomi oleh Jokowi Rabu petang lalu, pasar masih tidak terpengaruh. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah.
" Paket-paket kebijakan dari dua instansi tersebut kami nilai sangat baik namun, tidak banyak berpengaruh ke pasar yang terefleksi dari masih melemahnya nilai tukar Rupiah seiring dengan pelemahan IHSG," ujar Reza dalam laporan hariannya, Jumat, 11 September 2015.
Reza menilai hal ini disebabkan para pelaku pasar menunggu realisasi dan mekanisme kebijakan tersebut.
" Kemungkinan pelaku pasar belum sepenuhnya merespon positif akan kebijakan-kebijakan tersebut atau bisa jadi pelaku pasar menunggu realisasi dan mekanisme untuk menjalankan kebijakan tersebut sehingga tidak hanya menjadi kebijakan yang sifatnya normatif," ujarnya.
Menurut Reza, kondisi rupiah nanti masih berada pada posisi rawan. Meski ada sedikit penguatan, tetapi potensi pembalikan pun masih besar. Dengan demikian, bisa dikatakan rupiah mengalami penguatan yang cenderung terbatas.
" Beruntungnya Rupiah tidak mendekati target support kami sehingga kamipun belum akan merevisi kembali target support. Meski demikian, penguatan yang terjadi pun masih bersifat terbatas di mana masih rawan terjadinya pembalikan arah melemah," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya