Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jam Perdagangan Bursa Diubah Untuk Menekan Virus Corona.
Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersingkat operasional jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Pemendekan waktu operasional merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona, Covid-19.
Penyesuaian ini juga menyeleraskan dengan kebijakan Bank Indonesia yang mempersingka jam operasional BI Real Time Gross Settlement (BI RTGS).
Dikutip dari laman Instagram @ojkindonesia, Senin 30 Maret 2020, berikut ini adalah rinciannya.
1. Waktu perdagangan Bursa Efek Indonesia dari hari Senin-Jumat.
2. Waktu perdagangan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif menjadi pukul 09.00-15.00.
3. Waktu operasional Penerimaan Laporan Transaksi EFek menjadi pukul 09.30-15.30.
Aturan ini berlaku mulai 30 Maret 2020 sampai dengan berakhirnya batas waktu yang ditetapkan OJK.
View this post on Instagram
Dream - Indeks syariah kembali bergerak menguat pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat 27 Maret 2020. Sentimen positif dari bursa regional yang menyambut positif stimulus pencegahan dampak corona dunia mendorong investor melakukan aksi beli.
Penguatan indeks juga dipicu Wall Street yang ditutup menghijau setelah data angka pengangguran di Amerika Serikat dirilis.
Dari dalam negeri, investor terpikat untiuk melancarkan aksi beli setelah melihat sejumlah emiten melakukan aksi beli balik (buyback) saham di masa darurat.
![]()
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri turut mendorong bursa saham syariah di pasar modal Indonesia ditutup menguat. Penguatan indeks bluechips syariah bahkan melewati angka 5 persen.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan naik 5,814 poin (4,59%) ke level 132,289. ISSI terus mendaki setelah dibuka di level 126,475 dan sempat menduduki posisi tertinggi di 136,349.
Kenaikan lebih tinggi kembali diukut dua indeks bluechip syariah. Jakarta Islamic Index(JII), sore ini menanjak 23,144 poin (5,21%) ke level 467,462.
Indeks JII70 juga bertambah 7,642 poin (5,16%) ke level 155,611.
Dengan kembalinya aksi beli investor, lantai bursa hari ini kembali ceria. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 206,667 poin (4,76%) ke level 4.545,571.
Sektor industri memimpin penguatan. Indeks industri aneka meroket 10,04 persen, properti 7,85 persen, dan industri dasar 6,31 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang naik Rp1.000, INTP Rp950, INDF Rp825, CPIN Rp700, dan TCID Rp675.
Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Ro625, TPIA Rp400, MAPA Rp160, BAYU Rp75, dan BIRD Rp75.
Pada 16.11, rupiah menekan dolar AS. Kurs dolar AS turun 238 poin (1,48%) ke level Rp16.067 per dolar AS.
Dream - Usai rehat satu hari karena libur Hari Nyepi, kecemasan investor terhadap isu wabah virus corona, Covid-19 untuk sementara mereda. Langkah cepat sejumlah negara mengucurkan stimulus memberi ketenangan bagi pelaku pasar.
Dalam dua hari terakhir, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah juga semakin menjinak. Meski masih di atas level Rp16.000, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini mencatat rupiah naik lagi 158 poin menjadi Rp16.328.
Sejumlah sentimen positif itu membuat investor kembali berani melantai di Bursa Efek Indonesi (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini, Kamis, 26 Maret 2020, bahkan menguat double digit.
IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melompat 401,272 poin (10,19%) ke level 4.338,904.
![]()
Aksi beli investor ini turut membuat tiga indeks acuan saham syariah juga ikut melambung. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 10,529 poin (9,08%) ke level 126,475.
Sentimen aksi buyback sejumlah emiten menarik minat pelaku pasar untuk kembali membeli saham-saham yang sudah turun tajam. Sejak dibuka di level 115,946, ISSI terus menanjak dan bertengger di level tertinggi 127,225. ISSI sempat tergelincir di 115,482.
Kenaikan double digit juga diukir dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup meroket 50,455 poin (12,81%) ke level 444,318.
Sementara indeks syariah paling bungsu, indeks JII70 melesat 16,246 poin (12,33%) ke level 147,669.
Sentimen positif ini membuat investor makin pede melantai di bursa. Indeks sektoral tumbuh double digit. Indeks sektor barang konsumsi melesat 12,99 persen, keuangan 12,96 perse, dan infrastruktur 11,43 persen,
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga saham meningkat Rp2.050, ICBP Rp1.200, GMTD Rp1.125, UNVR Rp1.100, dan UNTR Rp1.050.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TCID yang harga sahamnya melorot Rp650, MAPA Rp180, EPMT Rp140, NFCX Rp120, dan BUKK Rp85.
Pada 16.30, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs dolar AS melemah 200 poin (1,23%) ke level Rp16.300.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya