4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Presiden Saat Menghadiri Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017 Di Bumi Perkemahan Dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Jambore Peternakan Nasional 2017 di Cibubur, Jakarta. Dalam acara itu, Jokowi menuturkan pengalamannya beternak kambing.
“ Sepuluh bulan yang lalu, saya beli lima ekor kambing, tiga (ekor) betina dan dua jantan,” kata dia dikutip dari akun resmi Facebooknya, Senin 25 September 2017.
Jokowi melanjutkan kambing-kambing ini beranak pinak. Kini, kambingnya sebanyak 11 ekor. Dia mengatakan beternak kambing juga bisa memberikan untung yang besar.
“ Saya hitung-hitung, wah, untungnya besar juga. Itu baru kambing. Belum piara sapi,” kata mantan wali kota Solo.
Berkaca dari pengalamannya, Jokowi berangan-angan membangun industri peternakan yang betul-betul seperti sebuah korporasi yang besar dan profesional. Namun korporasi itu dimiliki adalah rakyat, para peternak.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menceritakan kisah sukses seorang peternak kambing dari Purworejo, Jawa Tengah, Sugiharto. Memulai beternak 10 tahun yang lalu dengan hanya enam ekor kambing, Sugiharto kini sudah memiliki 206 ekor.
Sugiharto banting setir dari kontraktor ke peternak kambing. Dia juga mempekerjakan tiga orang untuk membersihkan kandang dan membuat pakan.
Melihat jumlah kambing yang dimilikinya, Jokowi merasa rugi karena mempekerjakan pekerja untuk mengurus kambing yang jumlahnya lebih sedikit dari kambing Sugiharto.
“ Tiga pekerja cukup untuk mengurus ratusan kambing itu. Kalau begitu dengan hanya sebelas ekor kambing, seharusnya saya tidak perlu pekerja lagi. Saya urus sendiri saja, ya,” kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
