Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tiga Pria Ini Menciptakan Sedotan Yang Bisa Digunakan Ulang. (Foto: Business Insider)
Dream – Di balik larangan ada potensi bisnis yang besar. Inilah yang diterapkan tiga orang pria Singapura saat publik mulai banyak mengurangi penggunaan sedotan listrik. Bukannya mengeluh, mereka menciptakan alat baru sekaligus mengantongi pundi-pundi uang.
Masyarakat di dunia saat ini memang tengah memerangi sampah plastik. Kamu pasti pernah mendengar imbauan untuk tak lagi menggunakan sedotan plastik.
Imbauan itu tentu membuat orang beralih menggunakan sedotan non plastik. Sayangnya produk yang ada membuat mereka jadi ribet.
Peluang inillah yang ditangkap tiga orang pria Singapura, Lim Jing Lie, Tommy Cheong, dan Kevin Yeo. Ketiga pria itu menciptakan sedotan portable. Sesuai namanya, sedotan ini tentu diciptakan praktis dan bisa dibawa ke mana-mana.
Dilansir dari Business Insider, Selasa 6 November 2018, trio itu membuat reusable straw yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam saku. Sedotan itu sama panjangnya dengan iPhone.

Lim, Kevin, dan Tommy membuat sedotan portable dari stainless steel agar kuat. Tak hanya itu, mereka juga membubuhkan silikon di ujung sedotan agar bisa digigit-gigit oleh pengguna.
Ketika Lim mengemukakan idenya kepada Tommy dan Kevin, keduanya sangat antusias dengan ide itu. “ Mereka sangat tertarik dan tahu kapan kita harus mewujudkan keinginan yang tidak disampaikan,” kata dia.
Dari situlah, perusahaan Chew Inc lahir. Perusahaan ini mendesain sedotan itu bisa disambung-sambung dan ada wadah untuk menyimpan bagian-bagian sedotan.
Cara mengeringkannya? Pengguna cukup memutar-mutar sedotan sampai sedotan itu kering.
Pada awal bulan Oktober, Chew Inc mengumpulkan pendanaan melalui laman Kickstarter. Tujuannya, mereka bisa mendapatkan modal sebesar 20 ribu dolar Singapura (Rp217,6 juta) untuk memproduksi sedotan itu.

Yang didapatkan justru melebihi target. Mereka mendapatkan 20 ribu dolar Singapura kurang dari seminggu. Di akhir periode, mereka berhasil mendapatkan dana talangan 21.567 dolar Singapura atau sekitar Rp234,56 juta.
“ Kami percaya capaian ini merupakan pengaruh dari komunitas. Kalau tidak mendapatkan investor eksternal, produk ini tidak bisa dijual dan bisa menjadi limbah lingkungan,” kata Lim.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam