Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengawali Pekan, Tiga Indeks Syariah Tak Beranjak Dari Zona Hijau. (Foto: Shutterstock)
Dream - Para pelaku pasar melakukan aksi beli selektif di awal perdagangan bursa saham Indonesia, Senin, 5 November 2018. Posisi investor ini sempat membuat indeks saham syariah bergerak di dua zona sebelum diselamatkan jelang penutupan perdagangan.
Sentimen dari ketidakpastian 'perdamaian` China dan Amerika Serikat membuat pelaku pasar global kembali dilanda kecemasan. Beruntung isu tersebut sedikit tertutupi oleh laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III yang lebih tinggi dari konsensus analis.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan dengan menguat tipis 0,275 poin (0,15%) ke level 175,448. Di awal perdagangan, ISSI sempat bergerak menguat bahkan menembus level tertingginya di 175,748.
Namun di sesi kedua, fluktuasi ISSI mulai terlihat. Munculnya aksi jual membuat ISSI berulang kali jatuh ke zona merah dengan level terendah di 174.530. Beruntung munculnya aksi beli jelang penutupan kembali membawa ISSI ke zona positif.
Kenaikan tipis juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang merangkak 0,209 poin (0,03%) ke level 655,209. Sementara Indeks JII70 menguat tipis 0,184 (0,08%) ke level 216,736.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris menyentuh level 6.000. IHSG menguat 14,302 poin (0,24%) ke level 5.920,59.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp2,47 triliun dari 26,95 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Pemodal asing menggelontorkan dana sekitar Rp1,58 pada saham-saham syariah di pasar modal Indonesia.
Laju indeks sektoral juga bergerak variatif. Penguatan tertinggi dicetak indeks sektor barang konsumsi yang melesat 1,53 persen. Disusul sektor manufaktur sebesar 0,9 persen, industri aneka 0,79 persen, pertanian 0,37 persen, dan keuangan 0,24 persen.
Sebaliknya, indeks sektor saham infrastruktur mengalami koreksi 0,66 persen, industri dasar 0,51 persen, properti 0,34 persen, perdagangan 0,15 persen, dan pertanian 0,09 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya terangkat Rp800, UNVR Rp350, PTBA Rp190, KINO Rp130, dan INTP Rp125.
Harga saham ITMG terkoreksi Rp 675, UNTR Rp225, INAF Rp200, MLPT Rp195, dan ERAA Rp110.
Dari pasar uang, pukul 16.15, nilai tukar dolar merangkak 25 poin (0,16%) ke level Rp14.980 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya