Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Cerita Miris Pewaris Harta Miliaran Jadi Gelandangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 3 November 2016 18:15
Cerita Miris Pewaris Harta Miliaran Jadi Gelandangan
Dulu dia hidup bergelimang harta. Dikelilingi pembantu dan sekolah di universitas terbaik.

Dream – Hidup seseorang tak ada yang bisa menebak. Bisa saja saat ini berlimpah kekayaan dengan uang berlimpah. Namun hidup serba kesusahan di lain waktu. Inilah yang menimpa seorang cucu penerima harta warisan bernilai miliaran rupiah.

Cucu malang itu bernama Mariane Fiedman Foote. Dia yang tadinya hidup bergelimang kemewahan kini justru hidup menggelandang di daerah Central Park, Amerika Serikat.

Beratapkan langit, wanita berusia 64 tahun ini menghabiskan malam-malamnya di dalam kantong tidurnya.

Tak banyak yang tahu jika Marianne sebelumnya seorang wanita yang kaya-raya. Dia adalah cucu seorang pengusaha tekstil di Manhattan, Amerika Serikat. Saat kecil, dia memiliki pembantu, pernah mengikuti les balet, dan merupakan lulusan Boston University.

Kini, hidupnya berubah 180 derajat.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis 3 November 2016, Marianne yang merupakan cucu dari Isidor Kaplan, seorang pengusaha tekstil paling berpengaruh di Manhattan. Kehidupannya terbilang bahagia. Namun, kebahagiannya ini mulai sirna ketika wanita itu menginjak usia remaja. Sang ibu mengalami depresi dan sering panik.

Setelah kakek meninggal, ibunya menjual bisnis keluarga dengan nilai jutaan dolar.

Marianne yang merupakan suster ini kemudian menikah dengan suami pertamanya yang merupakan anggota FBI. Pernikahan itu memberikan seorang anak perempuan bernama Giselle. Sayangnya, keduanya bercerai dan suami pertamanya membawa Giselle ketika berusia 3 tahun.

“ Saat dia pergi, Giselle mengenakan baju putih dan celana belang-belang. Saya masih bisa mengingatnya,” kenang wanita malang ini.

Kepergian keluarga kecilnya ini membuat Marianne jatuh ke lembah hitam.

 

1 dari 2 halaman

Jadi Pecandu Narkoba

Jadi Pecandu Narkoba © Dream

Kepergian suami dan anaknya ini membuat Marianne depresi dan menjadikan narkoba sebagai pelariannya ketika berusia 40 tahun. Kebiasannya mengonsumsi barang haram ini berlangsung selama enam tahun.

Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Sang ibu meninggal. Mariane pun menjual sebuah apartemen bernama Art Deco Building seharga US$3 juta atau Rp13,19 miliar (sekarang apartemen ini senilai US$10 juta atau Rp130,44 miliar). Hasil penjualannya ini pun dibagi dua dengan sang adik, Gorfia.  

Setelah menjual apartemen warisan, Mariane pun menikah dengan suami keduanya, Frank, pada tahun 2000. Pria berusia 59 tahun ini adalah seorang pekerja bangunan.

 

2 dari 2 halaman

Menjadi Tuna Wisma

Menjadi Tuna Wisma © Dream

Setelah menikah, mereka membeli rumah di Amityville, Long Island. Tapi, keduanya kehilangan rumah setelah Amerika Serikat mengalami resesi.

“ Kami menghambur-hamburkan uang warisan ibu seperti orang gila,” kata dia.

Pasangan ini pun tinggal bersama orang yang bernama Donna Eltinger. Donna adalah orang yang mempertemukan Marianne dengan Frank. Sayangnya, wanita ini terkena kanker paru-paru. Marianne dan Frank pun menjadi perawat Donna hingga Donna meninggal dunia.

Kepergian Donna tiga tahun yang lalu, membuat Marianne dan Frank “ ditendang” dari apartemennya pada Agustus. Kini, pasangan tersebut harus tidur di taman. Mariane sendiri berharap pemerintah kota bisa mencarikan mereka tempat tinggal. Dia menyebut dirinya bakal mati kalau tidur terus-terusan di taman.(Sah)

Beri Komentar