Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cucu Pengusaha Tekstil, Marianne Friedman-Foote, Menjadi Gelandangan Bersama Suaminya. (Foto: Daily Mail)
Dream – Hidup seseorang tak ada yang bisa menebak. Bisa saja saat ini berlimpah kekayaan dengan uang berlimpah. Namun hidup serba kesusahan di lain waktu. Inilah yang menimpa seorang cucu penerima harta warisan bernilai miliaran rupiah.
Cucu malang itu bernama Mariane Fiedman Foote. Dia yang tadinya hidup bergelimang kemewahan kini justru hidup menggelandang di daerah Central Park, Amerika Serikat.
Beratapkan langit, wanita berusia 64 tahun ini menghabiskan malam-malamnya di dalam kantong tidurnya.
Tak banyak yang tahu jika Marianne sebelumnya seorang wanita yang kaya-raya. Dia adalah cucu seorang pengusaha tekstil di Manhattan, Amerika Serikat. Saat kecil, dia memiliki pembantu, pernah mengikuti les balet, dan merupakan lulusan Boston University.
Kini, hidupnya berubah 180 derajat.
Dilansir dari Daily Mail, Kamis 3 November 2016, Marianne yang merupakan cucu dari Isidor Kaplan, seorang pengusaha tekstil paling berpengaruh di Manhattan. Kehidupannya terbilang bahagia. Namun, kebahagiannya ini mulai sirna ketika wanita itu menginjak usia remaja. Sang ibu mengalami depresi dan sering panik.
Setelah kakek meninggal, ibunya menjual bisnis keluarga dengan nilai jutaan dolar.
Marianne yang merupakan suster ini kemudian menikah dengan suami pertamanya yang merupakan anggota FBI. Pernikahan itu memberikan seorang anak perempuan bernama Giselle. Sayangnya, keduanya bercerai dan suami pertamanya membawa Giselle ketika berusia 3 tahun.
“ Saat dia pergi, Giselle mengenakan baju putih dan celana belang-belang. Saya masih bisa mengingatnya,” kenang wanita malang ini.
Kepergian keluarga kecilnya ini membuat Marianne jatuh ke lembah hitam.
© Dream
Kepergian suami dan anaknya ini membuat Marianne depresi dan menjadikan narkoba sebagai pelariannya ketika berusia 40 tahun. Kebiasannya mengonsumsi barang haram ini berlangsung selama enam tahun.
Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Sang ibu meninggal. Mariane pun menjual sebuah apartemen bernama Art Deco Building seharga US$3 juta atau Rp13,19 miliar (sekarang apartemen ini senilai US$10 juta atau Rp130,44 miliar). Hasil penjualannya ini pun dibagi dua dengan sang adik, Gorfia.
Setelah menjual apartemen warisan, Mariane pun menikah dengan suami keduanya, Frank, pada tahun 2000. Pria berusia 59 tahun ini adalah seorang pekerja bangunan.
© Dream
Setelah menikah, mereka membeli rumah di Amityville, Long Island. Tapi, keduanya kehilangan rumah setelah Amerika Serikat mengalami resesi.
“ Kami menghambur-hamburkan uang warisan ibu seperti orang gila,” kata dia.
Pasangan ini pun tinggal bersama orang yang bernama Donna Eltinger. Donna adalah orang yang mempertemukan Marianne dengan Frank. Sayangnya, wanita ini terkena kanker paru-paru. Marianne dan Frank pun menjadi perawat Donna hingga Donna meninggal dunia.
Kepergian Donna tiga tahun yang lalu, membuat Marianne dan Frank “ ditendang” dari apartemennya pada Agustus. Kini, pasangan tersebut harus tidur di taman. Mariane sendiri berharap pemerintah kota bisa mencarikan mereka tempat tinggal. Dia menyebut dirinya bakal mati kalau tidur terus-terusan di taman.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya