Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Melakukan Apel Untuk Mengamankan Demo 4 November.
Dream – Kabar aksi demontrasi Organisasi masyarakat (ormas) Islam pada Jumat, 4 November semakin santer. Di bawah payung Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPNF MUI) para pendemo akan menggelar aksi unjuk rasa perihal dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Tak hanya tokoh agama dan masyarakat awam, kalangan pengusaha pun berharap aksi unjuk rasa ini berjalan dengan lancar.
Wakil Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, mengharapkan demo tersebut berjalan lancar, tanpa ada kerusuhan. Suryadi tak ingin demonstrasi tahun 1998 terulang kembali.
“ Kami hanya bisa mendoakan agar demo berjalan lancar agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat. Misalnya, jangan sampai menutup tol. Jangan sampai terjadi bentrok. Orang boleh beda pendapat. Jangna sampai bentrok sebab kita ini tujuannya membangun negara,” kata dia di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Kamis 3 November 2016.
Harapan Suryadi ini bukannya tanpa alasan. Dikatakan bahwa kerusuhan 1998 ini membuat perekonomian Indonesia merosot. ”Nanti makin banyak orang yang susah,” kata dia.
Suryadi pun meminta para pengusaha untuk tenang tanpa harus menutup toko mereka. “ Jangan sampai memiliki sikap menutup toko. Itu juga tidak bagus,” kata dia.
Bagaimana dengan kerugian? Suryadi memprediksi demonstrasi ini akan berdampak pada aktivitas usaha. Meskipun demikian, jumlah kerugiannya diprediksi kecil.
“ Pasti mengganggu (usaha). Aktivitas keluar terganggu meskipun belanja banyak. Kerugian ada juga, tapi jumlahnya kecil,” kata dia.(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya