Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Indeks acuan saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) tak sanggup keluar dari tekanan. Tekanan negatif dari sentimen dalam dan luar negeri memaksa laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali melemah.
Kenaikan tinggi indeks sektor pertambangan tak cukup kuat menahan aksi jual investor pada saham-saham unggulan syariah. Bahkan aksi jual pemodal asing pada saham bluechips syariah justru meningkat.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu 2 November 2016, ISSI ditutup di level 178,014 atau melemah 0,772 poin (0,14%). Indeks acuan saham bluechip syariah, JII juga terpangkas 2,821 poin (0,38%) di level 734,385
Hingga sesi paska perdagangan BEI, sebanyak 38,37 miliar saham syariah diperjualbelikan pelaku pasar. Nilai transaksi saham syariah mencapai Rp4,84 triliun.
Aksi jual investor pada saham syariah senilai Rp 72 miliar, menyeret 123 penghuni ISSI longsor ke zona negatif. Dominasi pelemahan ini menutup laju pergerakan 63 saham syariah yang ditutup menguat.
Mayoritas indeks sektoral mengalami koreksi. Sektor pertanian mencetak koreksi paling dalam hingga 1,6 persen. Diikuti sektor properti yang turun 1,36 persen dan perdagangan 1,02 persen.
Kabar baik justru menghampir saham-saham sektor pertambangan yang mengalami kenaikan indeks hingga 1,77 persen. Begitu pula dengan indeks sektor keuangan yang menanjak 0,33 persen.
Dominasi aksi jual asing pada saham bluechips syariah membuat papan perdagangan JII hanya dihuni tiga emiten. Top gainer bluechips syariah itu adalah ADRO yang harganya naik Rp80, JSMR Rp20, dan PWON Rp20.
Sementara di jajaran top lossernya bertengger saham-saham seperti LPPF yang harganya terkoreksi Rp525, SILO Rp275, AALI Rp250, PTPP Rp90, dan SCMA Rp80.
Dari pasar uang, kinerja rupiah pun turut melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 41 poin (0,31%) di level Rp13.090 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp13.045 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya