Indeks Syariah Loyo, Emiten Properti Paling Terkoreksi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 1 November 2016 16:35
Indeks Syariah Loyo, Emiten Properti Paling Terkoreksi
Kinerja emiten yang di bawah ekspektasi pelaku pasar mendorong aksi jual saham.

Dream - Dua indeks acuan saham syariah melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa 1 November 2016. Publikasi kinerja keuangan emiten yang sebagian besar dibawah ekspektasi mendorong aksi jual pelaku pasar.

Meski ditutup melemah, setidaknya investor asing mulai kembali melantai di pasar saham syariah. Namun tekanan nett sell pada saham bluechips syariah menekan laju bursa.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, ‌Jakarta, Selasa, 1 November 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,435 poin (0,24%) di level 178,786. Indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melemah di level 737,206 atau turun 2,705 poin (0,37%).

Hingga sesi pasca penutupan, sebanyak 34,28 miliar lembar saham ditransaksikan pelaku pasar dengan dana berputar mencapai Rp3,99 triliun.

Maraknya aksi jual investor mendorong mayoritas saham syariah mengalami koreksi harga. Kenaikan harga 82 saham syariah tidak bisa menutup pelemahan harga 110 saham.

Mayoritas emiten sektoral juga bergerak melemah. Emiten sektor properti mengalami penurunan paling dalam dengan koreksi 1,44 persen disusul pertanian 0,99 persen.

Hanya ada empat emiten sektoral yang menjadi motor penggerakan perdagangan hari ini, yaitu sektor pertambangan yang naik 1,65 persen, industri aneka 1,08 persen, sektor konsumer 0,33 persen, dan manufaktur 0,30 persen.

Emiten-emiten yang menjadi favorit investor hari ini adalah PTBA yang sahamnya naik Rp775, UNTR Rp650, ASII Rp100, ADRO Rp50, dan JSMR Rp40.

Sedangkan di deretan top looser saham bluechips syariah, bertngger saham LPPF yang harga sahamnya turun Rp1.175, SMGR Rp350, AALI Rp250, AKRA Rp225, dan ICBP Rp200.

Pelemahan indeks saham syariah ini tidak berpengaruh terhadap kondisi rupiah. Nilai tukar mata uang rupiah ini justru menguat di level Rp13,027 per dolar AS pada penutupan. Rupiah justru menguat 9 poin atau 0,07 persen.(Sah)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis