Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Indeks saham syariah tak cukup kuat bertahan di zona hijau setelah mengawali pekan dengan ditutup menguat. Maraknya aksi jual mendorong indeks acuan saham syariah ke zona merah.
Kinerja emiten keuangan yang tak sesuai ekspektasi, membuat pelaku pasar cemas. Mereka pun berusaha mengamankan portofolionya dengan menggelar aksi jual saham.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di level 178,463 atau melemah 0,509 poin (0,28%).
Begitu pula dengan indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 2,066 poin (0.28%) di level 740,113.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, investor melakukan aksi jual saham terhadap 41,5 miliar saham. Aksi jual beli ini melibatkan transaksi perdagangan sampai Rp4,71 triliun.
Meski relatif tinggi, transaksi perdagangan saham syariah justru didominasi aksi jual. Terlihat dari 101 saham syariah yang bergerak melemah. Aksi beli investor hanya sanggup mendorong 90 saham syariah ke zona hijau.
Nyaris semua emiten sektor melemah pada perdagangan hari ini. Hanya ada tiga emiten sektoral yang masih berkinerja positif, yaitu emiten pertanian yang naik 0,48 persen, industri dasar 0,45 persen, dan perdagangan yang naik 0,01 persenn.
Indeks sektor industri aneka yang kemarin bergerak menguat justru dilanda aksi jual dan melemah 1,31 persen. Disusul barang konsumsi 0,65 persen dan infrastruktur 0,56 persen.
Emiten-emiten syariah top gainer yang menjadi incaran investor adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp425, AALI Rp275, AKRA Rp175, SMGR Rp175, dan ICBP Rp175.
Sebaliknya, yang menjadi top losser adalah emiten LPPF yang harga sahamnya turun Rp700, INDF Rp200, ASII Rp125, dan PTPP Rp60.
Di pasar uang, rupiah justru menunjukkan kinerja positif. Pada penutupan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di level Rp13.010 per dolar AS. Kurs rupiah relatif stagnan dengan naik tipis 1 poin atau 0,01 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya