Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi.
Dream – Saham-saham syariah kembali menunjukkan performa baiknya di awal pekan. Dua indeks acuan saham syariah bergerak menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 31 Oktober 2016.
Meski para investor ramai melakukan aksi jual saham, laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sukses bertahan di zona positif. Emiten sektor pertambangan dan perdagangan menjadi motor penggerak bursa.
Indeks ISSI menutup perdagangan dengan naik tipis ke level 179,221 atau 0,333 poin (0,19%). Hal serupa juga dialami indeks saham bluechip syariah, indeks JII yang menguat 0,534 poin (0,07%) di level 739,911.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 40,8 miliar lembar saham syariah telah diperdagangkan. Transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp3,43 triliiun.
Maraknya aksi beli investor berhasil mendominasi papan perdagangan ISSI. Sebanyak 103 saham syariah menutup perdagangan di zona positif. Penguatan ini tertekan oleh koreksi harga saham dari 96 emiten syariah.
Emiten-emiten yang paling berpengaruh terhadap penguatan perdagangan hari ini adalah emiten sektor pertambangan yang harganya naik 1,15 persen, perdagangan naik 1,1 persen, dan properti yang naik 0,82 persen.
Saham anak usaha kelompok Astra, UNTR, menjadi saham pencetak kenaikan harga saham tertinggi, top gainer , usai naik Rp525. Disusul AKRA yang naik Rp350, SILO Rp150, INCO Rp90, dan ASII Rp50.
Emiten-emiten top losser yang harga sahamnya terkoreksi paling dalam adalah emiten AALI yang harga sahamnya turun Rp275, ICBP Rp125, PTBA Rp125, SMGR Rp125, dan LPPF Rp75.
Kinerja positif perdagangan hari ini juga berimbas terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di pasar uang, rupiah ditutup menguat 28 poin (0,21%) di level Rp13.017 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level terendah di kisaran Rp13.075 per dolar AS dan tertinggi di level Rp13.030 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya