Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mardiana Sukses Meraup Pundi-pundi Uang Dari Jamur. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Bisnis jamur kian menggiurkan. Permintaan pasar yang sangat tinggi bahkan sangat sulit untuk dipenuhi. Sehingga, bisnis ini semakin menjanjikan untuk menambah pundi-pundi keuangan.
Dengarlah kisah sukses Mardiana. Perempuan asal Maros, Sulawesi Selatan, yang karib disapa Diana ini sukses menjadi petani jamur. Padahal, awalnya dia sulit memasarkan jamur tiram yang diproduksi karena dianggap beracun. Tapi kini dia kewalahan memenuhi eprmintaan pasar.
Bisnis ini bermula dari tahun 2010. Kala itu, Diana meriset peluang usaha yang cocok dikembangkan di Makassar, Sulawesi Selatan, yang tidak memerlukan dana besar. Pilihannya jatuh ke usaha budi daya jamur. Wanita ini tercetus ide untuk memopulerkan jamur di Makassar.
“ Saat itu, saya berpikir pokoknya dimulai dulu. Belum berpikir bagaimana pemasarannya,” kata lulusan Teknik Geologi Universitas Hasanuddin itu.
Diana dan seorang temannya patungan untuk menghimpun modal. Bermodal Rp1 juta, mereka membeli 100 kantong berisi bibit yang siap ditumbuhkan. Dia menggandeng masyarakat untuk membudidayakan jamur tiram dan mengolahnya menjadi panganan, seperti jamur crispy, sup jamur, dan sate jamur.
“ Ibu-ibu yang tadinya mencari kutu di tangga atau di teras rumahnya, kini, lebih aktif karena disibukkan dengan usaha jamur,” kata dia.
Usai panen, lanjut Diana, jamur tiram diperkenalkan kepada teman-teman sambil membawa contoh jamur yang dibagi gratis. Lalu, dia menyurvei ke supermarket yang menjual jamur tiram. Ketika disurvei, ternyata orang yang membeli jamur ini mayoritas etnis Tionghoa. Dari situ, Diana mulai memasok jamur tiram ke pasar-pasar.
“ Pemasarannya terus meluas. Kini, banyak pedagang yang mengambil dari kami, menjadi reseller dan menjualnya ke pasar-pasar dan ke hotel-hotel. Kalau kami, ada tiga hotel di Makassar yang kami supply langsung,” kata dia.
Diana mengatakan saat ini mereka bisa menjual 400-500 kg jamur setiap hari. Jumlah ini merupakan total gabungan jamur yang dikembangkan oleh masyarakat yang didampingi oleh Diana. Harga jamur tiram per kg dibanderol sebesar Rp25 ribu per kg. Karena produksi minim, wanita ini menjatahi reseller 30 kg jamur.
Tak hanya jamur, usaha Diana yang bernama Celebes Mushroom Farm, juga memproduksi bibit jamur dengan dibantu 11 karyawan. Mereka bisa memproduksi 7 ribu-10 ribu kantong dengan harga Rp4 ribu per kantong.
“ Omzetnya kini mencapai Rp40 juta-Rp60 juta per bulan dengan keuntungan bersih mencapai 40 persen dari total omzet,” kata dia.
Menurut Diana, penjualan jamur tiram ini melayani wilayah Gorontalo, Manado, dan daerah Sulawesi Selatan. Ada juga permintaan dari Brasil dan Inggris, tapi tak bisa dipenuhi karena produksinya masih minim.
“ Saya terobsesi membuat usaha ini jauh lebih besar dari sekarang. Tapi, terkendala dana,” kata dia.
Diana tak memungkiri usahanya mengalami pasang surut. Dia pernah merugi karena 2 ribu baglog jamur tidak tumbuh. Jamur-jamur ini diserang serangga dan jamur liar.
“ Kegagalan ini terus dievaluasi. Saya belajar sendiri lewat internet. Alhamdulillah, kalau menemuka lagi masalah di bsinis ini, tidak ditanggapi dengan panik karena masalah yang lebih berat sudah dilalui,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya