Kisah Inspiratif di Balik Suksesnya Manhattan Fish Market

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 20 Februari 2018 11:44
Kisah Inspiratif di Balik Suksesnya Manhattan Fish Market
Ada dua orang di balik kesuksesan restoran berkonsep fish and chips.

Dream – Restoran “ Manhattan Fish Market” cukup populer di kalangan penggemar kuliner, terutama pecinta seafood. Di tangan George Ang dan Dickson Low—keduanya warga Malaysia, restoran berkonsep fish and chips ini menembus pasar internasional.

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa 20 Februari 2018, restoran ini dibangun pada tahun 2002 oleh George dan Dickson. Mereka membuka resto seafood untuk memberikan sesuatu yang berbeda kepada pelanggan.

Berpartner dengan George, Dickson yang notabene berpengalaman di industri makanan dan minuman selama 30 tahun, mewujudkan restoran seafood yang unik dan ekslusif. Dengan begitu, dia bisa menerapkan ilmu-ilmu di dunia kuliner. 

“ Saya pernah bekerja di beberapa restoran dan hotel terkemuka di Singapura. Saya mau pengalaman dan ilmu yang dipelajari sepanjang waktu itu, digunakan dengan sebaiknya dan mmenuhi penggemar makanan laut karena dia punya peminatnya sendiri,” kata dia.

Sebelum mendirikan Manhattan Fish Market, keduanya melakukan kajian dan survei tentang industri makanan dan minuman di Malaysia. Setelah itu, mereka merintis bisnis restoran seafood yang unik dari restoran seafood lainnya.

“ Kami mendapati mayoritas restoran di negara ini, menyediakan makanan mengikuti selera masyarakat setempat. Kami mau tampil berbeda dari restoran yang lain,” kata dia.

 George Ang (dua dari kiri) dan Dickson Low (dua dari kanan) menerima penghargaan dari FLA Award 2009.

Nama Manhattan Fish Market dipilih untuk menarik perhatian banyak orang. George mengatakan banyak orang yang tertarik untuk mencoba rasanya.

“ Ternyata, banyak orang tertarik untuk mencoba rasanya,” kata dia.

George mengatakan restoran Manhattan Fish Market ini terinspirasi dari Fulton Fish Market—pasar ikan di New York, Amerika Serikat. Pasar ikan ini berdiri sejak tahun 1822.

Kemudian, George dan Dickson merogoh kocek sebesar 200 ribu ringgit (Rp697,23 juta) untuk membuat restoran yang eksklusif. Restoran ini menggunakan ikan, udang, cumi-cumi, lobster, dan makanan laut lainnya untuk gorengan atau makanan yang dipanggang.

“ Kami mengetengahkan berbagai perbedaan, seperti penggunaan bahan-bahan dan penyediaan makanan serta cara menghidangkannya kepada pelanggan yang kini menjadi identitas kami,” kata dia.

Tak hanya di Malaysia, George dan Dickson membawa Manhattan Fish Market menembus pasar global. Kini, restoran juga tersedia di Singapura, Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Oman, Jepang, Bangladesh, Qatar, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, dan Maldives.

Beri Komentar
Keinginan Jokowi Bertemu Prabowo