Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Restoran Ini Didirikan Oleh Dua Orang Malaysia. Bagaimana Ceritanya? (Foto: Jakarta100bars.com)
Dream – Restoran “Manhattan Fish Market” cukup populer di kalangan penggemar kuliner, terutama pecinta seafood. Di tangan George Ang dan Dickson Low—keduanya warga Malaysia, restoran berkonsep fish and chips ini menembus pasar internasional.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa 20 Februari 2018, restoran ini dibangun pada tahun 2002 oleh George dan Dickson. Mereka membuka resto seafood untuk memberikan sesuatu yang berbeda kepada pelanggan.
Berpartner dengan George, Dickson yang notabene berpengalaman di industri makanan dan minuman selama 30 tahun, mewujudkan restoran seafood yang unik dan ekslusif. Dengan begitu, dia bisa menerapkan ilmu-ilmu di dunia kuliner.
“Saya pernah bekerja di beberapa restoran dan hotel terkemuka di Singapura. Saya mau pengalaman dan ilmu yang dipelajari sepanjang waktu itu, digunakan dengan sebaiknya dan mmenuhi penggemar makanan laut karena dia punya peminatnya sendiri,” kata dia.
Sebelum mendirikan Manhattan Fish Market, keduanya melakukan kajian dan survei tentang industri makanan dan minuman di Malaysia. Setelah itu, mereka merintis bisnis restoran seafood yang unik dari restoran seafood lainnya.
“Kami mendapati mayoritas restoran di negara ini, menyediakan makanan mengikuti selera masyarakat setempat. Kami mau tampil berbeda dari restoran yang lain,” kata dia.

Nama Manhattan Fish Market dipilih untuk menarik perhatian banyak orang. George mengatakan banyak orang yang tertarik untuk mencoba rasanya.
“Ternyata, banyak orang tertarik untuk mencoba rasanya,” kata dia.
George mengatakan restoran Manhattan Fish Market ini terinspirasi dari Fulton Fish Market—pasar ikan di New York, Amerika Serikat. Pasar ikan ini berdiri sejak tahun 1822.
Kemudian, George dan Dickson merogoh kocek sebesar 200 ribu ringgit (Rp697,23 juta) untuk membuat restoran yang eksklusif. Restoran ini menggunakan ikan, udang, cumi-cumi, lobster, dan makanan laut lainnya untuk gorengan atau makanan yang dipanggang.
“Kami mengetengahkan berbagai perbedaan, seperti penggunaan bahan-bahan dan penyediaan makanan serta cara menghidangkannya kepada pelanggan yang kini menjadi identitas kami,” kata dia.
Tak hanya di Malaysia, George dan Dickson membawa Manhattan Fish Market menembus pasar global. Kini, restoran juga tersedia di Singapura, Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Oman, Jepang, Bangladesh, Qatar, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, dan Maldives.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?