Salmah Wahid Tak Putus Asa Walaupun Bisnisnya Gagal Berkali-kali. (Foto: Utusan)
Dream – Salmah Wahid tak mau berpangku tangan ketika rumah tangganya mengalami kesulitan keuangan. Dia mencoba beragam usaha, mulai dari berjualan kerudung hingga kue.
Sampai akhirnya bisnis cangkir membawanya kepada kesuksesan.
Dilansir dari Utusan, Rabu 14 Februari 2018, wanita berusia 25 tahun ini tak patah arang untuk memperbaiki kehidupannya dan suami.
“ Dulu, kehidupan saya dan suami sedikit sulit. Bisa dikatakan belanja bulanan tidak cukup, ditambah saya dan suami menetap di kota,” kata Salmah kepada Utusan.
Kondisi itu tak membuat Salmah berpangku tangan. Dia mulai mencoba berbagai usaha. Mulai dari menjajakan kue sampai hijab. “ Semua saya lakukan untuk memperoleh pendapatan sampingan untuk membantu suami,” kata Salmah.
Namun keberuntungan belum berpihak pada Salmah. Semua bisnis rintisannya buntu. Tak ada satu pun yang awet. Rentetan kegagalan bisnis ini nyaris membuat Salmah patah semangat.
Hingga pada akhirnya, Salmah diajak temannya untuk bekerja di perusahaan percetakan. Dengan pengalaman yang diperoleh, dia ingin membuat usaha mug kreasi sendiri.
“ Saya dan suami tidak terburu-buru memulakannya,” kata dia.
Salmah ingin bisnisnya dirintis dengan uang sendiri, bukan pinjaman bank. Untuk itu, dia dan suami mengisi waktu luang untuk bekerja sampingan demi modal bisnis.
Mereka membuat bisnis dengan modal 8 ribu ringgit (Rp27,79 juta) dan membelanjakannya untuk membeli mesin cetak cangkir dan lokasi usahanya di rumah. Awalnya, dia cemas jika perniagaannya menerima bernasib serupa dengan bisnis-bisnis terdahulu dan bingung memilih sasaran konsumennya.
“ Alhamdulillah, Allah buka jalan. Saya tidak menyangka akan menerima permintaan yang tinggi dari berbagai pihak,” kata dia.
Untungnya? Sayangnya, Salmah tidak menyebutkan keuntungan yang kini didapatkan.
Salmah mengatakan kualitas produk adalah landasan untuk menarik kepercayaan pelanggan. Dia senaniasa menekankan dan mengutamakan poin itu agar bisnis bisa berkembang.
“ Menghasilkan mug kreasi bukanlah hal yang mudah karena melalui beragam proses yang rumit. Banya aspek termasuk cetakan visual dan pemilihan mug perlu diberi perhatian,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Guilty Pleasure: Mengapa Kita Menikmati Sesuatu yang Sebenarnya Membuat Kita Merasa Bersalah?

Benarkah Air yang Direbus Dua Kali Berbahaya untuk Kesehatan?

Buah Matang atau Mentah, Mana yang Lebih Sehat? Ternyata Manfaatnya Berbeda

Tim Pencari Jurnalis di Selat Sunda Belum Bisa Masuk Pulau Sertung


Mengapa Dulu Pria Memakai Sepatu Hak Tinggi, tetapi Sekarang Identik dengan Perempuan?

Kasus Kanker Dunia Diprediksi Naik 67 Persen pada 2050, Hampir Separuh Kematian Bisa Dicegah