Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Salmah Wahid Tak Putus Asa Walaupun Bisnisnya Gagal Berkali-kali. (Foto: Utusan)
Dream – Salmah Wahid tak mau berpangku tangan ketika rumah tangganya mengalami kesulitan keuangan. Dia mencoba beragam usaha, mulai dari berjualan kerudung hingga kue.
Sampai akhirnya bisnis cangkir membawanya kepada kesuksesan.
Dilansir dari Utusan, Rabu 14 Februari 2018, wanita berusia 25 tahun ini tak patah arang untuk memperbaiki kehidupannya dan suami.
“Dulu, kehidupan saya dan suami sedikit sulit. Bisa dikatakan belanja bulanan tidak cukup, ditambah saya dan suami menetap di kota,” kata Salmah kepada Utusan.
Kondisi itu tak membuat Salmah berpangku tangan. Dia mulai mencoba berbagai usaha. Mulai dari menjajakan kue sampai hijab. “Semua saya lakukan untuk memperoleh pendapatan sampingan untuk membantu suami,” kata Salmah.
Namun keberuntungan belum berpihak pada Salmah. Semua bisnis rintisannya buntu. Tak ada satu pun yang awet. Rentetan kegagalan bisnis ini nyaris membuat Salmah patah semangat.
Hingga pada akhirnya, Salmah diajak temannya untuk bekerja di perusahaan percetakan. Dengan pengalaman yang diperoleh, dia ingin membuat usaha mug kreasi sendiri.
“Saya dan suami tidak terburu-buru memulakannya,” kata dia.
Salmah ingin bisnisnya dirintis dengan uang sendiri, bukan pinjaman bank. Untuk itu, dia dan suami mengisi waktu luang untuk bekerja sampingan demi modal bisnis.
Mereka membuat bisnis dengan modal 8 ribu ringgit (Rp27,79 juta) dan membelanjakannya untuk membeli mesin cetak cangkir dan lokasi usahanya di rumah. Awalnya, dia cemas jika perniagaannya menerima bernasib serupa dengan bisnis-bisnis terdahulu dan bingung memilih sasaran konsumennya.
“Alhamdulillah, Allah buka jalan. Saya tidak menyangka akan menerima permintaan yang tinggi dari berbagai pihak,” kata dia.
Untungnya? Sayangnya, Salmah tidak menyebutkan keuntungan yang kini didapatkan.
Salmah mengatakan kualitas produk adalah landasan untuk menarik kepercayaan pelanggan. Dia senaniasa menekankan dan mengutamakan poin itu agar bisnis bisa berkembang.
“Menghasilkan mug kreasi bukanlah hal yang mudah karena melalui beragam proses yang rumit. Banya aspek termasuk cetakan visual dan pemilihan mug perlu diberi perhatian,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan