Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Terra Umbel. (Foto: Sheaterraorganics.com)
Dream – Seorang wanita Muslim AS sukses menjadi pebisnis ulung. Kerennya, dia menjalankan bisnis sembari mendidik anak-anaknya di rumah.
Dikutip dari Washington Post, Kamis 1 Februari 2018, wanita bernama Tammie Umbel merintis bisnis kecantikan kulit, Shea Terra Organics, pada 2000 di rumahnya, Arlington, Virginia, Amerika Serikat. Dia mendapatkan ide bisnis ini dari para wanita yang sering mendatangi Islamic Center dekat Embassy Row di Washington, Amerika Serikat.
Mereka merawat kecantikan kulitnya dengan berbagai macam bahan. Ada yang menyelimuti kulit dengan selimut dan ada pula yang “mengasapi” kulit dengan kayu dari Afrika.
“Saya melihat semua bahan produk kecantikan dan bisa menjadi bisnis bagus kalau diperkenalkan ke Amerika,” kata Umbel kepada Washington Post.
Dia berkata produk Shea Terra Organics menggunakan bahan-bahan alami, seperti minyak jintan hitam (habatussauda), minyak argan, dan minyak namibia. Selain minyak untuk kecantikan kulit, perusahaan ini juga memproduksi butter dan sabun. Bahan bakunya didatangkan dari pelbagai negara, seperti Mesir dan Maroko.
Usaha “menyeimbangkan” bisnis dan keluarga yang dilakukan Umbel patut diacungi jempol. Umbel mendidik 14 orang anaknya dengan tangannya sendiri.
“Apa pun akan saya lakukan untuk hadir dan melayani anak-anak ketika mereka memerlukan saya, baik secara fisik maupun emosional. Tapi, saya tidak pernah mengatakan tidak akan mencari uang,” kata istri dokter spesialis.
Umbel mengakui berbisnis sembari mengasuh anak itu sangat berat dan tidak mudah. Tak jarang dia membawa anak-anaknya bekerja sambil mencari bahan-bahan produk perawatan kulit. Mereka juga harus terus memperbarui paspor. Wanita ini juga melatih stafnya sehingga dia tidak selalu datang ke pabrik yang lokasinya ditempuh setengah jam dari rumah—rumahnya berada di peternahan di Leesburg.
“Saya mengajar anak-anak sendiri sembari menjalankan perusahaan. Sulit? Sangat. Tapi, saya yakin bisa sukses,” kata dia.
Yang tak kalah kerennya, muslimah Amerika Serikat ini ogah berutang. Dia menggunakan uangnya sendiri untuk menjalankan bisnis. Lalu, keuntungannya juga diinvestasikan kembali di bisnis. Shea Terra Organics ini juga tak memiliki satu pun investor (padahal, banyak pihak mau jadi investor Shea Terra).
Jerih payah Umbel terbayar. Dua dekade perusahaan berjalan, Shea Terra mendulang pendapatan kotor sebesar US$1,7 juta (Rp22,78 miliar) pada 2016. Laba bersih Shea Terra sebesar US$350 ribu (Rp4,69 miliar) pada 2016. Per bulannya, perusahaan bisa mendapatkan pendapatan dari penjualan online produk Shea Terra sebesar US$100 ribu (Rp1,34 miliar) dan sebagian besar dari Vitamin Shoppe—jaringan ritel yang memiliki 700 toko. Ritel ini menjadi saluran penjualan produk Shea Terra.
“Saya sangat senang dengan apa yang saya lakukan. Saya melakukan semuanya sendiri dari A ke Z,” kata dia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?