Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kevin Kumala Bisa Membuat Plastik Yang Bisa Diminum. (Foto: Dream.co.id/Annisa Mutiara Asharini)
Dream – Sampah plastik bisa dimakan? Terdengar janggal memang. Namun di Indonesia, produk yang kebanyakan diketahui sebagai limbah yang sulit terurai puluhan tahun itu benar-benar bisa dimakan. Yang mengejutkan plastik itu ada di Indonesia.
Di tangan seorang pemuda asal Bali, plastik buatannya dapat dimakan. Pastinya aman. Dia memang menciptakan inovasi kantong kresek berbahan dasar singkong.
Kevin Kumala, nama penemunya. Hatinya tergerak ketika melihat laut Indonesia yang tercemar sampah plastik. Itu yang membuat penyuka surfing dan diving tak nyaman ketika melakukan hobinya itu.
"Setiap surfing dan diving, (saya merasa) laut tidak lagi indah. Kita sekarang berenang di air yang sudah banyak sampahnya," ujar Kevin selaku Co-founder/Chief Green Officer Avani dalam acara Ideafest 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.
Aksi Kevin menjadi viral ketika ia mengunggah video dimana ia melarutkan kantong kresek ciptaannya untuk kemudian diminum. Plastik tersebut ia larutkan dalam segelas air hangat. Tak perlu waktu lama, kantong kresek berhasil larut seketika di dalam air. Plastik ini menggunakan singkong sebagai bahan dasarnya.

Bukan cuma plastik kresek, Kevin juga membuat alat makan berbahan dasar kayu, sterofoam berbahan dasar tebu, jas hujan berbahan dasar biji bunga matahari, hingga sedotan, gelas serta mangkuk berbahan dasar pati jagung.
Produk buatan Kevin diklaim mampu terurai dengan mudah di lingkungan. Nantinya, bahan yang terurai mampu menjadi kompos bagi tanah. Bahkan, produknya aman apabila terkonsumsi mahluk hidup.
Tidak mudah bagi Kevin dalam merealisasikan ide ini. Bahkan, berbagai komentar miring banyak dituturkan dari orang-orang terdekatnya.
"Banyak banget yang bilang gue gila, hopeless, dan terlalu idealistis. Tapi saya percaya, ini merupakan revolutionary breakthrough untuk menghapus plastic epidemic yang sedang terjadi di dunia. Termasuk Indonesia, yang merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia,” kata dia.
(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?