Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mehreen Amjad, Pendiri Usaha Coco Hijab. (Foto: Wincousinmuslimjournal.org)
Dream – Ide bisnis datang darimana saja. Tak perlu diskusi panjang sampai berjam-jam. Ide bisnis bisa muncul dari aktivitas Sahabat Dream sehari-hari. Tengok saja pengalaman Mehreen Amjad, seorang wanita Inggris berdarah Kashmiri.
Mengenakan hijab di negara Ratu Elizabeth memang butuh perjuangan. Hanya untuk mendapatkan baju saja, Mehreen sudah kesulitan bukan kepalang.
Di balik pengalaman itu justru ide bisnis muncul di benak Amjad. Dikutip dari Your Story, Jumat 2 Februari 2018, dia mendirikan platform e-commerce hijab, Coco Hijab London, pada Januari 2016.
“Selama berhijab, saya merasa ada inisiatif yang harus dilakukan untuk menyediakan hijab dan merilis produk yang bisa diakses dan berkaitan dengan perempuan,” kata Amjad.
Selain kesulitan, wanita yang tumbuh di keluarga pebisnis ini pernah mengalami kepahitan ketika berada di negara non-Muslim, terutama ketika Islamofobia meningkat. Ini yang mendorong Amjad ingin segera merilis brand hijab untuk mendorong wanita bangga mengenakan pakaian santun.
“Coco Hijab ini adalah perwujudan dari apa yang saya yakini. Ini merupakan kewajiban saya untuk membuat hijab gampang diakses oleh semua orang. Saya mau para wanita bangga dengan keyakinannya, bukannya menghindari hijab,” kata dia.
Amjad mejelaskan Coco Hijab merupakan platform bagi Muslim untuk maju dan menceritakan perjalanan hijrah mereka dengan jilbab. Tentunya dengan gaya berhijab yang mewakili mereka.
“Saya menemukan orang yang tidak menghargai jilbab atas apa yang sebenarnya ditawarkanya,” kata dia.
Sebelum merilis Coco Hijab, Amjad membeli franchise Mail Boxes dan memiliki satu toko di St. John Woods dan Kilburn. Dia juga sempat khawatir dengan ketidaksetaraan gender di dunia bisnis. Alhamdulillah, hal ini tidak dialami karena ada dukungan orang-orang di sekitarnya kepada Amjad. Dia berkata perlu dua tahun untuk merilis situs www.cocohijablondon.com.
Untuk menjalankan bisnisnya, Amjad mempekerjakan fotografer, desain grafis, dan pekerja lepas dan karyawannya berasal dari latar belakang yang berbeda. Menurut dia, mempekerjakan orang dari latar belakang dan keyakinan yang berbeda itu sangat penting. Hal ini bertujuan agar Coco Hijab tak kehilangan visinya untuk mengusung keberagaman.
“Keberagaman ini penting ketika Anda mencoba untuk menyebarkan produk dan pesan,” kata dia.
Kini, bisnis Coco Hijab mulai berkembang. Dia ingin mengembangkan usahanya lebih besar lagi. Amjad ingin berkolaborasi dengan desainer dari Kashmir.
“Saya berusaha untuk tidak kehilangan fokus tujuan yang bisa menyebabkan chaos,” kata dia.
Mehreen paham berbisnis ini bisa menimbulkan risiko kegagalan. Tapi, ada satu hal yang diyakininya. Kesuksesan berasal dari fokus pada satu tujuan dan realistis terhadap penerimaan bisnis. Dia percaya bahwa bisnis memerlukan waktu dan pebisnis harus bersabar.
(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?