Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dengan Usaha Tenun, Rabiah Juga Bisa Memberdayakan Masyarakat. (Foto: Kementerian Koperasi Dan UKM)
Dream – Berbekal kreativitas, Rabiah berhasil mengantongi uang dari tenun gedogan. Bermodal uang Rp2 juta, kini wanita penenun itu bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Tak hanya itu, wanita ini juga memberdayakan perempuan di lingkungan sekitar.
Rabiah mengawali usahanya di tahun 2000. Wanita kelahiran 1971 ini memulai usaha tenun dengan keterampilan yang dikuasai secara turun-temurun.
“ Uang Rp2 juta itu saya belikan benang. Ketika itu, harganya masih Rp250. Sekarang sudah Rp3 ribu,” kata Rabiah di Lombok Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 28 Mei 2018.
Dia mulai berusaha tenun karena prihatin dengan pengangguran yang ada di sekitar rumah, terutama kaum hawa, baik ibu rumah tangga maupun anak perempuan yang baru lulus sekolah. Wanita yang baru lulus sekolah kesulitan mencari kerja, sedangkan ibu rumah tangga tak mandiri secara ekonomi, padahal memiliki keterampilan menenun.
“ Kemudian, saya berinisiatif untuk mengumpulkan dan menampung mereka untuk usaha tenun ini,” kata Rabiah.
Wanita kelahiran Lombok Timur ini membekali ibu rumah tangga dan para gadis dengan benang dan peralatan. Kemudian, mereka menenun di rumah masing-masing. Kalau kainnya jadi, kaum ibu dan para gadis mengantarkannya ke rumah Rabiah.
“ Mereka senang karena di waktu luang bisa menenun dan mendapatkan tambahan penghasilan mulai Rp40 ribu sampai Rp400 ribu per potong kain tergantung kerumitan motif,” kata dia.
Rabiah mengatakan tenun gedogan dan kain songket yang diproduksinya semakin diminati masyarakat, pemasarannya bertambah luas hingga merambah provinsi-provinsi lain. Bukan itu saja, plasma binaannya pun bertambah luas hingga kini mencapai 200 penenun di empat dusun di desanya. Tak hanya tenun dengan benang, perempuan yang aktif di berbagai organisasi itu juga mengembangkan kain dengan pewarnaan alam.
" Sampai saat ini produksi 50-60 bahkan ratusan kain per bulan dengan harga antara Rp400.000 sampai Rp1 juta perbulan," kata dia.
© Dia juga telah memiliki hak cipta atas karyanya.
Rabiah semakin percaya diri karena mendapatkan fasilitas hak cipta atas inovasi motif tenunnya. Dia menggunakan 10 motif tenun, seperti pelangi, daun pisang, bokor, selingkuh, dan kali kembang. Fasilitas hak cipta ini didapatkan dari Dinas Koperasi dan UKM Nusa Tenggara Barat.
" Sudah 10 motif tenun saya yang mendapatkan sertifikat hak cipta dan dengan ini saya semakin percaya diri dalam berkarya, pelanggan juga semakin percaya pada produk tenun saya, dan saya merasa tenang karya saya dilindungi oleh hukum,” kata dia.
Pemilik sanggar Pade Angen Art Shop ini cukup membawa contoh karya yang akan didokumentasikan dan sejumlah dokumen yang telah dilengkapi untuk mengajukan hak cipta. Pengajuan ini tak dipungut biaya sepeser pun.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Mohamad Imran, mengatakan di wilayahnya mulai banyak berkembang para pelaku UKM yang tangguh yang seiring waktu mampu membantu perekonomian NTB khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja. Imran mensosialisasikan beberapa program pemerintah yang terus disosialisasikannya kepada para pelaku KUKM di antaranya KUR, kredit Usaha Mikro (UMi), Wirausaha Pemula, fasilitasi hak cipta, dan kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi koperasi.
" Kami memiliki perhatian khusus kepada mereka sehingga para pelaku UKM ini terus kami dampingi dan bina agar bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya