Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selain Indonesia, Ada Negara-negara Lainnya Yang Menggunakan Vaksin Dari Sinovac. (Foto: Shutterstock)
Dream – Indonesia resmi memulai program vaksinasi COVID-19 pada hari ini, Rabu 12 Januari 2021. Vaksin yang untuk pertama kalinya disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo adalah Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd.
Saat ini Indonesia sudah memiliki 3 juta vaksin CoronVac yang telah tiba di akhir tahun 2020 lalu. Selanjutnya Indonesia akan memesan 15 juta dalam bahan baku vaksin tersebut.
Indonesia ternyata bukan negara pertama yang menggunakan vaksin Sinovac untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19 . Ada negara-negara lain yang turut melirik vaksin itu untuk “ berperang” melawan COVID-19, seperti Malaysia.
Melalui perusahaan farmasi Pharmaniaga, Malaysia menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk vaksin yang siap diisi dan diproduksi di dalam negeri, dikutip dari Bangkok Post. Untuk mendatangkan 23,9 juta dosis vaksin COVID-19, Malaysia membahasnya bersama Sinovac, CanSino Biologics, dan Gamaleya Institute—produsen vaksin Sputnik.
Negara lain yang memutuskan menggunakan CoronaVac adalah Turki yang membuat kesepakatan pembelian 50 juta dosis vaksin Sinovac tersebut. Pengiriman pertama sebanyak 3 juta dosis telah tiba pada akhi 2020, dikutip dari Global Times.
Chile juga tercatat sebagai negara pengguna vaksin COVID-19 dari Sinovac. Menurut Bloomberg, negara ini telah mengamankan 36 juta dosis vaksin dari beragam produsen, termasuk 10 juta dosis dari Sinovac.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Setelah melewati beberapa tahapan sejak Oktober 2020, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) resmi menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Sertifikat ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang kehalalan CoronaVac itu diserahkan kepada PT. Biofarma pada Selasa, 12 Januari 2021 kemarin.
Sehari sebelum penerbitan sertifikat halal tersebut, MUI juga telah mengeluarkan peraturan No. 2 tahun 2021 tentang produk vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech Ltd China.
" Kami akan melaksanakan amanah ini sebaik mungkin, produknya telah mendapat sertifikasi, sekarang bagaimana kita bisa menjalankan program vaksinasi ini kepada masyarakat, karena kita tahu ini suatu pekerjaan yang besar," ungkap Honesty Basyir selaku Kepala PT. Biofarma pada penyerahan sertifkat halal, Rabu 13 Januari 2021.

Wakil Menteri Agama Zainut Sahid sebelumnya juga telah memastikan bahwa pemberian sertifikat halal vaksin Sinovac dilakukan sesuai regulasi yang diatur Undang Undang No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal.
Dalam prosesnya, BPJH menetapkan LPPOM MUI sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan pengujian langsung ke fasilitas produksi Sinovac.
" Untuk itu saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk dengan penuh kesadaran dan tanpa keraguan vaksinasi yang akan segera dilaksanakan pemerintah dengan tujuan untuk melindungi satu sama lainnya," ungkap Zainut Tauhid di kesempatan yang sama.

Selain itu, ia juga menegaskan adanya sertifikasi halal dan proses uji klinis, masyarakat tidak perlu ragu lagi menerima suntikan vaksin Sinovac. Zainut memastikan vaksin tersebut 'halalan thayyiban' atau halal dan baik aman dipastikan suci dan tidak tercemar hal-hal yang dilanggar syariat agama.
Ia juga berharap dengan adanya vaksinasi sinovac ini, dapat segera dipergunakan masyarakat, dan COVID-19 akan segera berakhir.
Sertifikat halal vaksin Sinovac pun telah diserahkan secara resmi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid kepada Kepala PT. Biofarma Honesty Basyir hari ini didampingi Kepala BPJH Sukoso.
(Laporan: Yuni Puspita Dewi)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya