Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew meninggalkan beberapa warisan yang tidak ternilai harganya, baik bagi warga negara Singapura, maupun masyarakat dunia.
Lee menjabat sebagai perdana menteri pertama Singapura usai kemerdekaan pasca Perang Dunia II tahun 1946. Dia yang memimpin negara kecil itu saat berpisah dengan Malaysia pada 1965.
Semua mengira Singapura tidak dapat bertahan dengan sumber daya alamnya yang minim. Namun, dipimpin lelaki kelahiran 16 September 1923 ini, Singapura bisa melepaskan diri dari berbagai masalah seperti angka pengangguran yang tinggi, kurangnya permukiman warga dan korupsi yang meluas.
Pendapatan Nasional Per Kapita, GNP, Singapura meningkat 15 kali lipat dari US$443 tahun 1960 menjadi US$6.634 di pertengahan 1980-an. Bahkan kini, GNP Singapura telah mencapai lebih dari US$60 ribu atau Rp 780 juta. Realisasi pendapatan per kapita ini jauh melebihi GNP Indonesia yang hanya Rp 36,5 juta pada tahun 2013.
Seperti dikutip dari BBC, Senin, 23 Maret 2015, untuk menyelesaikan masalah pemukiman dan pengangguran, Lee memperkenalkan program rumah murah dan industrialisasi dalam rangka penyediaan lapangan kerja
Guna menekan populasi, dia juga mengampanyekan program keluarga berencana dan pemberlakuan pajak bagi mereka yang memiliki anak lebih dari dua. Dia mendorong perempuan untuk mengejar pendidikan dan menjadikan warga Singapura menjadi lebih beradab.
Setelah memenangkan 7 kali pemilihan, Lee pun mengundurkan diri. Kini, Singapura mampu menjadi negara industri terkemuka di Asia dan bersaing dengan negara maju di dunia.
" Pada akhirnya, apa yang saya dapat? Kesuksesan Singapura. Apa yang telah saya berikan? Hidup saya," ujar Lee.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya