Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Sesuai perkiraan, para pelaku pasar akhirnya merespon negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015. Alhasil, bursa saham Indonesia pun mesti kembal ke zona merah.
Pemodal asing yang kemarin sempat menggelar aksi beli kini juga mulai khawatir dengan masa depan ekonomi Indonesia.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 6 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,867 poin ke level 163,834.
Laju ISSI belum beranjak dari zona merah sampai 20 menit waktu perdagangan. ISSI masih melemah 0,445 poin (0,27%) ke level 164,256.
Dihantam sentimen negatif dari dua sisi membuat pelaku pasar melepas saham-saham simpanannya. Tercatat 53 emiten syariah telah terjun ke zona merah sementara 46 lainnya masih jadi incaran aksi beli.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 549 miliar dengan 5,14 miliar saham yang beralihtangan.
Hal sama dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka perdagangan dengan melemah 5,738 poin ke level 680,515.
Pelaku pasar melepas 15 emiten unggulan syariah guna menghindari pelemahan lebih dalam. Sementara 12 lainnya masih diburu para pemodal.
Indeks JII juga belum sanggup keluar dari tekanan aksi jual. Hingga 20 menit perdagangan, JII masih terkoreksi 3,070 poin (0,45%) ke level 683,183.
Secara umum, pelaku pasar memang cukup khawatir dengan kondisi perekonomian nasional dan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai prapembukaan dengan melemah 26,51 poin (0,51%) ke level 5.133,73.
Memasuki sesi pembukaan, IHSG masih melemah 30,18 poin (0,58%) ke level 5.130,12.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan dana Rp 1,34 triliun dengan 15,95 miliar efek yang beralihtangan.
Dari kawasan regional, hampir seluruh indeks saham utama Asia mengawali perdagangan dari zona merah. Namun Indeks Hang Seng dan Nikkei pelan-pelan sudah masuk ke zona positif.
Di pasar keuangan, rupiah kembali harus menghadapi tekanan. Pagi ini rupiah bertengger di level 13.030 per dolar AS, atau melemah tipis 6 poin (0,05%). Kurs Rupiah sempat menembus level terendah di 13.064 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya