Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham nasional berhasil ditutup menguat di tengah laporan perlamabtan perekonomian nasional. Aksi beli investor asing menahan indeks saham di zona hijau.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 turun menjadi 4,7 persen. Laporan ini lebih rendah dari konsensus sebesar 4,9 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 5 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,848 poin (0,52%) ke level 164,701.
Penguatan ISSI terjadi di tengah dominasi pelemahan harga saham emiten syariah. Tercatat 100 emiten ISSI longsor ke zona merah dan 95 lainnya dilanda aksi beli pelaku pasar.
Transaksi perdagangan mencapai Rp 3,42 triliun dengan 34,98 miliar saham syariah yang beralihtangan.
Pelaku pasar sempat khawatir dengan rilis kinerja perekonomian Indonesia sepanjang tiga bulan pertama 2015. Hal ini terlihat dari laju ISSI yang longsor ke zona merah dengan level terendah 163,501.
Beruntung lantai bursa hari ini mulai kembali diguyur dana asing. Aksi beli ini mendorong investor kembali berburu saham di BEI.
Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Sempat dihuni 29 emiten yang menguat di awal sesi, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 7,092 poin (1,04%) ke level 686,253.
Jumlah emiten JII yang bergerak menguat memang berkurang di sesi penutupan. JII sukses menghantar 17 emiten melaju ke zona hijau namun 7 emiten lainnya berbalik melemah.
Indeks JII sempat menyentuh level tertinggi di 690,055 dan terendah di zona merah di posisi 678,054.
Saham-saham bluechips favorit kembali menjadi incaran pelaku pasar. Daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 1.175, ITMG Rp 550, SMGR Rp 275, ASII Rp 175, dan AALI Rp 150 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia sukses ditutup menguat di tengah sentimen negatif domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,171 poin (0,37%) ke level 5.160,308.
Pelaku pasar memutar dana senilai Rp 5,95 triliun untuk menopang aksi jual beli terhadap 55,01 miliar. Investor asing tampaknya mulai mengakhiri aksi jual saham yang telah berlangsung 8 hari terakhir.
Asing mulai membukukan nett buy sekitar Rp 454 miliar.
Kabar kurang sedap justru muncul dari pergerakan nilai tukar rupiah. Kurs rupiah kembali jatuh ke level Rp 13.043 per dolar AS atau terdepresiasi 55 poin (0,42%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya