7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Menyiapkan Stimulus Jumbo Untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Amerika Serikat Dan Penanganan COVID-19.
Dream – Joe Biden baru saja dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Salah satu program kerjanya yang disorot adalah stimulus percepatan ekonomi AS dan penanganan pandemi Covid-19.
Tak tanggung-tanggung, nilai stimulus yang bertujuan untuk mendorong perekonomian Amerika Serikat dan menangani pandemi Covid-19 itu mencapai US$1,9 triliun, atau sekitar Rp26.610,64 triliun.
Dikutip dari South China Morning Post, Kamis 21 Januari 2021, dalam kampanye pilpres tempo lalu, dia berjanji menangani pandemi Covid-19 lebih serius daripada Donald Trump. Dalam kampanyenya, Biden menyebut tidak bisa berdiam diri ketika melihat krisis ekonomi dan kesehatan yang terjadi akibat COVID-19.
Apalagi, lebih dari 385 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia akibat Covid-19. “ Kita harus bertindak sekarang,” kata dia.
Dalam program ini, Biden memang ingin memperbaiki perekonomian Amerika Serikat yang lesu akibat pandemi Covid-19. Dia juga ingin mempercepat vaksinasi dengan menganggarkan US$415 miliar untuk program tersebut, misalnya menguji hingga distribusi vaksin.
Biden juga akan membuka kembali sekolah-sekolah di negara-negara bagian untuk mencegah terjadinya PHK tenaga pengajar.
Berikut ini adalah rincian stimulus yang siap diluncurkan oleh pemerintahan Joe Biden.
Pemerintahan Biden juga akan meningkatkan jumlah uang yang diberikan kepada masyarakat Amerika Serikat dari US$1.400 (Rp19,61 juta) menjadi US$2 ribu (Rp28,01 juta). Upah minimum pun juga akan ditingkatkan menjadi US$15 (Rp210.084) per jam.
Dream - Joe Robinette Biden resmi menjadi Presiden Amerika Serikat. Dia mengucapkan sumpah di Gedung Capitol AS, Washington DC pada Rabu, 20 Januari 2021 siang waktu setempat.
Biden mengucap sumpah dengan meletakkan tangan kirinya pada Alkitab milik keluarganya yang sudah berusia 128 tahun. Biden mengangkat tangan kanannya dan mengucapkan 35 kata sumpah dipandu Ketua Mahkamah Agung AS, John G Roberts Jr.
" Saya, Joseph Robinette Biden Jr., bersumpah dengan sungguh-sungguh akan menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dan akan menjaga, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat sekuat yang saya bisa," ucap Biden, dikutip dari New York Times
![]()
Pengambilan sumpah jabatan Biden dilaksanakan setelah Kamala Devi Harris disumpah sebagai Wakil Presiden AS. Sumpah Harris dipandu oleh Hakim Agung Sonia Sotomayor.
Dalam pengucapan sumpah, Harris menggunakan Alkitab milik Thurgood Marshall, Hakim Agung AS sekaligus pegiat hak sipil. Harris menjadi catatan sejarah AS sebagai wanita berdarah Asia pertama yang menempati jabatan tertinggi di negara tersebut.
" Ini harinya Amerika. Ini harinya demokrasi," ujar Biden mengawali pidatonya.
Biden berjanji membawa semangat persatuan dalam memimpin Amerika melalui masa yang paling membahayakan sejarah. Secara tegas, Biden menyatakan demokrasi tetap menang, sebagai tanggapan atas serbuan massa pendukung Presiden Donald Trump ke Gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilu.
Prosesi pengucapan sumpah Presiden AS kali ini berbeda dari sebelumnya. Diberlakukan banyak pembatasan akibat pandemi Covid-19 dan warga AS menyaksikan prosesi tersebut secara langsung lewat layar televisi.
" Segelintir orang dalam sejarah kita pernah menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit dari yang kita hadapi saat ini," kata Biden.
Usai pengucapan sumpah, Biden menjalani prosesi serah terima jabatan di Gedung Putih. Tetapi, Donald Trump tidak hadir dalam prosesi tersebut, sehingga dilaksanakan oleh Wakil Presiden Mark Pence.
Trump memang tidak pernah secara terbuka mengakui kekalahannya dalam Pilpres AS. Trump sendiri meninggalkan Gedung Putih pagi hari sebelum pelantikan Biden berlangsung.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?