Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tekanan aksi jual investor lokal yang mencoba mencari untung menekan laju bursa saham syariah. Sempat melaju positif di awal perdagangan, indeks syariah akhirnya ditutup melemah.
Pelemahan sedikit tertahan setelah investor asing masih mempertahankan aksi belinya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,176 poin (0,12%) ke level 12,946.
Turunnya lebih dari separuh emiten saham bluechips syariah juga mendorong indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah. Indeks JII turun 1,403 poin (0,23%) ke level 601,146.
Kedua indeks acuan saham syariah sebetulnya memulai sesi perdagangan dari zona hijau. ISSI bahkan sempat lompat ke level tertinggi di 144,756 dan terendah di 142,610.
Kondisi serupa dialami indeks JII yang sempat naik ke level tertinggi 610,682 dan terendah di 599,527.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini sedikit berkurang dengan hanya mencetak nilai Rp 3,48 triliun. Sebanyak 45,73 miliar saham jadi incaran jual beli investor.
Aksi jual investor lokal mendorong 91 emiten syariah ditutup melemah. Namun, indeks ISSI sebetulnya didominasi penguatan harga saham yang melanda 94 emiten.
Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat 13 emiten JII masih bergerak naik. Sisanya, 16 emiten melaju turun dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Emiten bluechips syariah yang menekan laju JII berasal dari AALI yang turun Rp 700 per saham. Top losser lainnya adalah INTP yang turun Rp 450, LPPF Rp 425, UNTR Rp 325, dan SMGR Rp 300 per saham.
Sebaliknya, saham-saham bluechips syariah yang bergerak menguat diantara UNVR, ASII, MPPA, BSDE, dan JSMR.
Pertahanan lebih baik diperlihatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di tengah aksi jual investor lokal, IHSG masih bisa naik tipis 4,301 poin (0,10%) ke level 4.491,433.
Namun IHSG juga sempat bergerak melemah dan jatuh ke level terendah 4.484,676.
Lantai bursa saham Indonesia kali ini mentransaksikan dana hingga Rp 5,4 triliun.
Di pasar keuangan, laju rupiah kembali menghadapi tekanan. Namun rupiah sanggup bertahan di bawah level 14.000 per dollar AS.
Sore ini rupiah melemah 55 poin (0,40%) menjadi 13.876 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya