Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia masih belum beranjak dari zona merah. Tak menentunya sentimen pasar dari dalam dan luar negeri memaksa pelaku pasar mengambil posisi wait and see.
Sebaliknya, pemodal asing memilih untuk membawa keluar dananya dari pasar modal Indonesia. Dengan nilai lebih besar dari perdagangan kemarin, asing mencatat nett sell Rp 461 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 21,70 poin (0,42%) ke level 5.122,31.
Aksi beli jelang penutupan perdagangan tak mampu berbuat banyak. Alhasil, IHSG terpuruk di zona merah sepanjang perdagagan kali ini.
IHSG hanya mencetak level tertinggi di 5.142,81, atau lebih rendah dari penutupan kemarin di 5.144,01. Sementara level terendah dicetak di sesi penutupan 5.122,31.
Pemodal tercatat mentransaksikan 69,90 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 4,70 triliun. Sebanyak 139 emiten masih bisa bertahan di zona hijau sedangkan 164 lainnya terserat arus jual pelaku pasar.
Emiten properti dan industri aneka termasuk diantara sektor saham yang selamat dari pelemahan. Kedua indeks sektor saham ini menguat tipis 0,18 persen dan 0,02 persen.
Berbeda dengan IHSG yang terpuruk di teritori negatif, Indeks Saham Syariah Indonesia justru sempat menyentuh zona hijau.
Mencetak level positif dan tertinggi di 165,81, ISSI harus menutup transaksi perdagangan dengan melemah 0,22 poin (0,14%) ke level 165,51.
Meski melemah, daftar penghuni ISSI justru didominasi emiten-emiten yang bergerak menguat sebanyak 92 saham. Sisanya bergerak melemah sebanyak 87 emiten dan stagnan 62 emiten.
Hal yang sama terjadi pada emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) tergelincir 2,06 poin (0,31%) ke level 678,71.
Indeks JII sempat menyentuh zona hijau dan mencetak level tertinggi di 680,99. Namun aksi jual pelaku pasar juga sempat memaksa JII jatuh ke level terendah 676,63.
Dari kawasan regional, bursa saham Singapura mampu bertahan menguat 0,67 persen di saat sebagian besar indeks saham utama bergerak melemah. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng tercatat melemah 0,68 persen dan 2,34 persen.
Indeks Shanghai Composite China bahkan terpangkas hingga 5,43 persen.
Rupiah yang terus terpukul hingga ke level 12.380 per dolar AS akhirnya sempat menguat di sesi sore ini. Rupiah terapresiasi 59 poin (0,48%) menjadi 12.296 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya