Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia masih tak berdaya menghadapi aksi jual pelaku pasar. Koreksi yang dialami pasar modal Asia ikut menekan laju indeks saham.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 11,10 poin (0,22%) ke level 5.132,90.
Laju IHSG semakin tertekan di sesi pembukaan usai turun 15,42 poin (0,30%) menjadi 5.128,76.
Pelemahan bursa saham Indonesia kali ini dipicu koreksi harga saham yang dialami 90 emiten. Sebaliknya, 38 emiten berhasil bertahan di zona hijau dan 49 saham lainnya diam di tempat.
Di awal perdagangan ini, sudah 194,94 juta saham yang ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 150,71 miliar.
Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual dengan mencetak nett sell sekitar Rp 4 miliar.
Sebagian besar sektor saham meluncur ke zona hijau kecuali emiten sektor aneka industri yang naik 0,34 persen dan keuangan 0,15 persen. Pelemahan terbesar dialami emiten industri dasar yang turun 0,88 persen, konstruksi 0,83 persen, dan pertambangan 0,43 persen.
Hingga 41 menit waktu perdagangan, IHSG telah terpangkas 12,30 poin (0,24%) ke lebvel 5.131,71.
Tekanan yang dihadapi pasar modal Indonesia ikut berdampak pada laju dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini langsung dibuka melemah ke level 165,30. Hingga 43 menit perdagangan, ISSI telah meluncur 0,44 poin (0,27%) ke level 165,29.
Sebanyak 64 emiten syariah telah beranjak ke zona hijau sementara 72 lainnya masih tertekan aksi jual pelaku pasar.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 676 miliar dengan saham berpindahtangan sebanyak 8,81 juta lembar.
Dominasi koreksi harga saham juga dialami indeks saham bluechips syariah. Mengawali perdagangan di zona merah 678,45, Jakarta Islamic Index (JII) saat ini telah turun 1,91 poin (0,28%) ke level 678,85.
Dari kawasan Asia, indeks saham utama didominasi warna merah. Hanya Strait Times yang bergerak menghijau dengan menguat 0,77 persen. Indeks Nikkei dan Hang Seng sendiri melemah 0,32 persen dan 1,05 persen.
Kabar kurang menggembirakan juga hadir dari pasar keuangan. Kurs rupiah masih terus tertekan usai melemah 6 poin (0,05%) menjadi 12.361 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya