Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Dream - Laju bursa saham Indonesia masih terus melanjutkan aksi penguatannya. Mengikuti pasar saham regional, Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka niak tipis.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 8 Desember 2014, IHSG menanjak 9,8 poin (0,19%) ke level 5.197,89. Penguatan disokong kenaikan harga saham dari 86 emiten.
Laju positif IHSG makin terus bergulir hingga sesi pembukaan perdagangan. IHSG kembali naik 16,26 poin (0,31%) ke lebel 5.204,25.
Para pemodal terlihat langsung aktif melakukan perdagangan di awal pekan ini. Sebanyak 123,26 juta saham telah ditransaksikan pelaku pasar. Dana sekitar Rp 130,19 miliar pun membanjiri pasar modal Indonesia.
Pemodal asing lagi-lagi melakukan aksi jual saham dengan mencetak nett sell hingga Rp 4 miliar.
Emiten tambang yang akhir pekan lalu menjadi motor penguatan justru berbalik melemah. Indeks saham tambang turun 0,26 persen.
Sebaliknya, emiten aneka industri justru bergerak menguat 0,74 persen, diikuti industri dasar 0,60 persen, dan barang konsumsi 0,52 persen.
Gerak positif juga dialami dua indeks saham syariah di lantai bursa saham Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan menguat ke level 16,90.
Namun hingga satu jam perdagangan, ISSI sudah mulai tertekan dan longsor ke zona merah. ISSI melemah 0,21 poin (0,12%) ke level 167,09.
Sebanyak 59 emite syariah di BEI mencatat penguatan sedangkan 40 lainnya melemah.
Saat ini sudah 8,6 juta saham syariah yang diperdagangkan pelaku pasar. Alhasil, dana sekitar Rp 669,67 miliar telah beredar di pasar modal Indonesia.
Kondisi tak jauh berbeda dialammi indeks saham bluchips syariah. Dibuka menguat di level 691,93, indeks Jakarta Islamic Index (JII) kini tengah berada dalam tekanan.
JII tercatat melemah 0,98 poin (0,14%) ke level 687,28. Sebanyak 19 emiten unggulan syariah telah longsor ke zona merah sementara 7 lainnya sanggup menguat di zona hijau.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia masih nyaman melaju di zona hijau. Indeks ang Seng dan Nikkei masing-masing telah menguat 0,37 persen dan 0,15 persen.
Sementara Kospi Korea Selatan tercatat melemah 0,29 persen.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?