Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Dua indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhrinya harus menyerah pada tekanan aksi jual investor. Padahal kedua indeks ini sempat menembus zona hijau.
Laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual saham perbankan mendorong IHSG mendekam di zona merah.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 22 April 2015, ISSI mendekam di zona negatif dengan melemah 0,658 poin (0,38%) ke level 171,537.
Pelemahan ISSI ini dipicu koreksi harga saham yang melanda 105 emiten syariah. Beruntung masih ada 66 emiten yang menahan ISSI melemah lebih dalam.
Laju ISSI sebetulnya sempat membawa harapan ketika menembus zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi 172,414 sebelum akhirnya terjun ke posisi trendah 171,210.
Aksi pelaku pasar yang memantau rilis kinerja emiten membuat transaksi perdagangan saham relatif sepi. Investor memperdagangkan 27,78 miliar saham bernilai Rp 3,19 triliun.
Nasib serupa harus diterima indeks saham bluechips syariah. JII sore ini menutup perdagangan dengan melemah 1,860 poin (0,26%) ke level 716,121.
Indeks JII sempat menyentuh posisi tertinggi 720,199 dan terendah di 713,414.
Sebanyak 18 emiten unggulan syariah berhasil menggiring JII masuk ke zona negatif. Masuknya saham UNVR diantara 8 emiten bluechips syariah yang menguat membantu JII dari pelemahan lebih dalam.
Saham UNVR menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi usia menguat Rp 350 per saham. Disusul ITMG Rp 250, SILO Rp 150, PTBA Rp 75, dan PTPP Rp 55 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang masih belum keluar dari tekanan. IHSG sore ini melemah 23,454 poin (0,43%) ke level 5.437,119.
Lantai bursa berhasil memutar dana nasabah sebesar Rp 4,84 triliun dari aksi jual beli 52,74 miliar saham. Sayangnya, dana ini termasuk nett sell yang kembali dilakukan investor asing sebesar Rp 90 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya