Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks saham syariah kembali dilanda tekanan. Laju bursa regional yang yang bergerak variatif membuat pelaku pasar ramai-ramai menggelar aksi jual.
Beruntung tekanan sedikit terkendali dengan adanya aksi beli investor asing.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 22 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,141 poin (0,08%) ke level 172,054.
Sebanyak 13 emiten syariah mengawali sesi pemanasan dengan melaju ke zona hijau. Namun 12 lainnya sudah kembali terserang aksi jual.
Pelaku pasar sudah mentransaksikan 83,83 juta saham syariah bernilai Rp 16,05 miliar.
ISSI juga belum bisa berbuat banyak di sesi pembukaan. Kali ini, ISSI melemah 0,037 (0,02%) ke level 172,158.
Koreksi juga dialami indeks saham bleuchisp syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin meleset signifikan harus mengawali sesi prapembukaan dengan melemah 0,988 poin (0,14%) ke lebvel 716,993.
Meski sempat menguat, JII masih harus memulai sesi pembukaan di level 717,189 atau melemah 0,887 poin (0,12%)
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan 8,112 poin (0,15%) ke level 5.452,461 di sesi prapembukaan.
Tercatat 17 emiten mendorong IHSG kembali masuk zona negatif sedangkan 16 lainnya masih melanjutkan aksi penguatan.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksi dana sebesar Rp 29,83 miliar dengan 95,95 juta saham beralihtangan. Investor asing mengawali perdagangan dengan nett buy Rp 153 miliar.
Harapan adanya rebound di sesi pembukaan juga tak terjadi. IHSG kembali terkoreksi 5,247 poin (0,10%) ke level 5.455,326 di sesi ini.
Tiga indeks sektoral masih bisa bergerak menguat ditengah lantai bursa yang dilanda tekanan. Emiten sektor properti, pertambangan dan pertambangan kali ini menjadi penahan pelemahan IHSG lebih dalam.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini dibuka melemah dan sudah terpangkas 0,01 persen dan 0,14 persen.
Sementara Nikkei Jepang dibuka menguat dan sudah menanjak 1,04 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya