Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi beli investor akhirnya kembali menyapa bursa saham Indonesia yang tertekan hampir sepekan terakhir. Kondisi regional yang menguat ikut menjadi penguatan indeks saham Indonesia.
Pemodal asing yang melepas portofolionya sepekan terakhir mulai kembali berburu saham-saham unggulan di pasar modal Indonesia. Harapan adanya tren naik jangka pendek pun kembali muncul.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 21 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 2,185 poin (1,29%) ke level 172,195.
Aksi beli investor mendorong 111 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sementara 71 lainnya masih melaju lemah dan 61 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham kali ini cukup ramai dengan 27,58 miliar saham syariah yang beralihtangan. Nilai transaksi mencapai Rp 3,66 triliun.
Sepanjang perdagangan kali ini, ISSI bergerak nyaman di zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 172,195 atau saat sesi penutupan perdagangan. Level terendah dicetak di 170,158.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut dilanda aksi beli investor.
Menguatnya 24 emiten bluechips syariah sukses menutup JII menguat 13,727 poin (1,95%) ke level 717,981. JII hanya meninggalkan 4 emiten di zona merah dan 2 lainnya bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, laju JII juga cukup mantap di zona positif. Mencetak level tertinggi di sesi penutupan, indeks JII sukses bertahan di posisi terendah 704,818.
Emiten unggulan syariah incaran investor kembali mencetak kenaikan signifikan. Saham UNVR menjadi pencetak kenaikan tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.600. Disusul INTP yang menguat Rp 750, AALI Rp 525, UNTR Rp 450, dan ASII Rp 225 per saham.
Kembalinya aksi beli investor juga melesakan Indeks Harga Saham Gabungan laju (IHSG). Disokong 180 emiten yang menembus zona hijau, IHSG ditutup menguat 59,770 poin (1,11%) ke level 5.460,573.
Lantai bursa kali ini sukses memutar dana hingga Rp 5,49 triliun dari 63,58 miliar saham yang beralihtangan.
Investor asing kembali berburu saham dengan mencetak angka Rp 267,02 mliar.
Melesatnya kinerja IHSG sayangnya tak diikuti laju rupiah yang justru bergerak melemah. Kurs rupiah sore ini terdepresiasi 111 poin (0,86%) ke level 12.961 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya