Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Dream - Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) Arab Saudi melarang penjualan segala jenis obat melalui internet. Di sisi lain, Saudi juga menerapkan langkah-langkah ketat untuk mengatur impor obat melalui jalur normal.
" FDA selalu berupaya untuk memerangi pemalsuan obat dengan membuat aturan yang diperlukan untuk mencegah masuknya obat-obatan palsu," jelas Ibrahim Juffali, Wakil Presiden Eksekutif FDA, seperti dikutip dari Arab News, Selasa, 21 April 2015.
" Kami telah mengesahkan aturan untuk memperketat kontrol pasokan obat-obatan dan mencegah perdagangan atau pemasaran obat tercemar atau ilegal secara online atau di tempat lain. Teknologi terbaru juga akan diadopsi untuk mendeteksi obat-obatan tersebut dan bagaimana langkah hukum selanjutnya," tambahnya.
Menurut Juffali, teknologi baru yang diadopsi tersebut memungkinkan pengawas untuk mengidentifikasi obat tercemar dalam waktu kurang dari 10 detik.
Dia mengatakan sampel obat akan dianalisis untuk memastikan keamanannya, sementara semua pengiriman obat untuk negara akan diverifikasi agar memenuhi kondisi dan persyaratan keselamatan. FDA juga akan melarang penyimpanan obat-obatan di gudang tanpa izin. Semua gudang secara ketat akan diawasi.
Juffali menambahkan, 50 persen obat-obatan yang dijual di pasaran secara global adalah palsu dan dijual melalui internet. Hal ini mendorong FDA untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mencegah dan memantau penjualan obat secara online.
Tim dari FDA juga melakukan inspeksi rutin di semua penjual obat di Saudi, dan akan mengambil sampel acak untuk membuktikan apakah obat-obatan yang dijual telah sesuai dengan spesifikasi.
" Selama tiga tahun terakhir, inspeksi terhadap 12.000 sampel dari 4.000 apotek, mengungkapkan bahwa persentase obat palsu di Saudi berada di bawah 1 persen," pungkas Juffali.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?