Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pasar modal Indonesia bersorak setelah disebur beragam sentimen positif. Selain meredanya sentimen Yunani, pasar bergairah dengan masuknya kembali dana asing.
Heboh BPJS Ketenagakerjaan justru ditanggapi positif pelaku pasar. Artinya, perusahaan yang dulu bernama Jamsostek sudah bisa kembali melantai di bursa saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 2 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,412 poin (0,90%) ke level 158,837.
ISSI telah pulih dari tekanan yang melandanya sepanjang dua hari terakhir. Terbukti, ISSI melaju di zona hijau sepanjang waktu perdagangan.
Level tertinggi ISSI kali ini dicetak di angka 159,538 dan terendah di sesi pembukaan 157,951.
Aksi beli investor mendorong 115 emiten syariah masuk zona positif. Sisanya, 65 emiten bergerak melemah dan 56 lainnya memilih stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,18 triliun dengan 37,17 miliar saham yang berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah juga mulai diburu para pelaku pasar. Naik 7,607 poin (1,16%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 662,415.
Indeks JII cukup nyaman melaju di zona hijau meski sempat hampir terserang tekanan jual jelang sesi penutupan.
Menguatnya harga saham dari 21 emiten bluechips syariah sempat membuat JII mencapai level tertinggi di 666,662. Namun JII sedikit menahan laju penguatannya dan hanya mencetak level terendah di 657,822.
Lompatan signifikan juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 40,718 poin (0,83%) ke level 4.944,781.
Lantai bursa kali ini menghimpun dana investor hingga Rp 4,8 triliun dengan 51,94 miliar saham berpindahtangan. Pemodal asing kali ini mencetak nett buy Rp 200 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya