Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya bisa menyambut libur akhir pekan di zona hijau. Aksi borong investor pada saham perkebunan sukses mengangkat sejumlah indeks saham acuan. Aksi beli juga dipicu rilis laporan keuangan sejumlah emiten.
Penguatan ini terjadi di tengah laju indeks saham Asia yang relatif bergerak flat. Indeks Hang Seng dan Nikkei bahkan ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 27 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik menguat 1,322 poin (0,78%) ke level 170,190.
Tanda-tanda penguatan ISSI memang terlihat sejak awal perdagangan. Meski mengalami sesi dari zona merah, ISSI tak butuh waktu lama untuk melaju di zona hijau.
ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi 170,317, sebelum sedikit terseret pelemahan jelang sesi penutupan. Posisi terendah ISSI berada di level 168,428.
Penguatan ISSI terbantu oleh aksi buru saham investor terhadap 114 emiten syariah. Sebaliknya, 61 emiten masih belum bisa keluar dari zona merah dan 61 lainnya tertahan stagnan.
Pelaku pasar tercatat memperdagangkan 27,68 miliar saham bernilai Rp 3,49 triliun.
Aksi rebound juga dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah, akhirnya ditutup menguat 6,503 poin (0,92%) ke level 709,983.
Pelaku pasar yang kembali menata portofolionya membuat 21 emiten unggulan syariah melaju ke zona hijau. Sebaliknya, hanya 3 emiten yang bergerak melemah dan 6 lainnya bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga mengawali perdagangan dari zona negatif. JII bahkan sempat terpuruk ke posisi terendah 700,672.
Saham-saham bluechips yang sukses menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) adalah UNVR yang naik Rp 600. Disusul, UNTR yang naik Rp 550, AALI Rp 450, SMGR Rp 450, dan INTP Rp 375 per saham.
Secara umum, indeks saham Indonesia memang tengah dilanda aksi beli usai tertekan selama dua hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyambut akhir pekan dengan menguat 28,054 poin (0,52%) ke level 5.396,954.
Sepanjang perdagangan saham, lantai bursa telah melayani transaksi jual beli 43,79 miliar saham. Investor pun memutar dana hingga Rp 5,13 triliun untuk aksi tersebut.
Meski menguat, investor asing justru semakin banyak melepas portofolionya di pasar modal nasional. Nett sell asing tercatat meningkat dari perdagangan kemarin menjadi Rp 582 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya