Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia belum bisa keluar dari tekanan. Meski perlahan-lahan mulai kembali menguat, sejumlah indeks saham acuan kembali memulai sesi perdagangan dari zona merah.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 27 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,256 (0,15%) ke level 168,612.
Pelemahan ISSI terseret turunnya harga saham dar 12 emiten syariah. Beruntung masih ada 11 emiten syariah yang bergerak menguat sekaligus mencegah koreksi lebih dalam.
Pelaku pasar memulai transaksi perdagangan dengan menggelontorkan dana hingga Rp 18,15 miliar dari aksi jual beli 61,32 juta saham.
Di sesi pembukaan, ISSI juga belum bisa bicara banyak. ISSI kembali dibuka melemah 0,129 poin (0,08%) ke level 168,739. Namun tak berapa lama, ISSI akhirnya kembali ke zona hijau setelah muncul aksi beli pelaku pasar.
Koreksi tajam melanda saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka di zona merah dengan melemah 1,756 poin (0,25%) ke level 701,724.
JII kembali mengalami pelemahan di sesi pembukaan namun dengan koreksi yang mulai berkurang. Kali ini, JII melemah 1,128 poin (0,16%) ke lecel 702,352.
Naikanya harga saham dari 9 emiten bluechips syariah berhasil memperbaiki posisi JII. Meski JII harus terseret pelemahan harga saham dari 12 emiten syariah.
Beriringan dengan ISSI, JII juga perlahan-lahan mulai menapak teritori positif. Bahkan hingga 18 menit waktu perdagangan, JII sudah terangkat 2,215 poin (0,31%) ke level 705,695.
Lantai bursa saham Indonesia memang masih dilanda kekhawatiran pelaku pasar. Terbukti dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 16,056 poin (0,30%) ke level 5.352,744 di sesi pra pembukaan.
Investor pasar efek nasional mengawali sesi pemanasan dengan transaksi 75,95 juta saham bernilai Rp 31,02 miliar. Namun, asing pagi ini sudah menggelar aksi jual signifikan hingga Rp 13,59 miliar.
Dari kawasan Asia Tenggara, indeks saham utama bergerak variatif. Hang Seng dan Shanghai Composite dibuka menguat namun Nikkei justru tergerak melemah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya